Lemari

Aku sangat bersyukur dengan kamar yang sekarang. Kamar ini jauh lebih baik dari kamar lama di rumah yang lama (kami baru pindah beberapa bulan lalu). Saking bersyukurnya aku, aku sangat menerima apapun kondisi kamar ini, termasuk dengan menerima kondisinya yang berantakan.

Ibuku menyadari rasa bersyukurku ini. Beliau mencoba mencari cara agar kamarku tidak terlalu berantakan. Tidak mungkin beliau setiap hari memarahiku untuk merapikan kamarku (kalo dipikir-pikir, aku seperti anak, kecil ya!). Maka, dibelilah lemari ini.

Lemari1
Tampak depan

Lemari ini mirip lemari yang ada di perpustakaan, tanpa pintu. Hanya berupa kotak-kotak tempat menaruh buku dan barang-barang lainnya.

Lemari1
Koleksi buku

Koleksi buku yang ada di dalamnya antara lain adalah Kalkulus, SPSS17, Profesi Keguruan, Metode Penelitian Pendidikan dan kawan-kawannya. Sebagian ada yang masih rapi karena jarang dibaca dan sebagian lagi agak kucel karena keseringan dijadikan kipas.

Lemari1
Koleksi Film

Nah, gambar yang di atas ini koleksi film-filmku yang masih sedikit. Ini semua film original, lho.. Mahal, nih.! 😆

Sekian dulu tulisan soal lemari. Jangan lupa tinggalkan koemntar, ya!

Catatan: Sudut lain kamarku gak akan ditampilkan karena dapat memicu kontroversi di kalangan elit politik. Sekian

About the author: Dwi Nur Wahyudi

Blogger, Ubuntu Enthusiast, Movie Goer, Pendekar Akademik, Hampir Ganteng, Calon Imam Rumah Tanggamu, Menantu Idaman Mamamu | Email: iyud@dnwahyudi.com

50 Comments

    1. Sebenarnya tidak terpikir lemari itu punya fungsi dekorasi, Pak. Karena kamarnya agak berantakan, lemari itu ditaruh saja di tempat yang dirasa paling cocok.

  1. saya paling suka banget kalo baca tulisan orang yg isinya mensyukuri segala yg diberi atau didapat!
    kamarmu itu bagus, lemari nya pun bagus dan lumayan rapi. Pantas kalo disyukuri!
    teruslah bersyukur, rejeki biasanya lancar!

    1. Kalau saya tidak salah, tingginya 2,08 meter. Memang terlalu tinggi kalau barang yang ditaruh sering diambil-disimpan.

      Sedikit usaha agar lebih rapi..
      😎

  2. lemari yang mirip dengan yang saya punya. kelemahannya, gampang kotor Mas. jadi harus sering ngelap, hehe. tapi saya percaya Mas Yudi mah rajin orangnya.

  3. Pengen punya lemari kek gitu… 🙁
    Sementara ini buku-bukuku masih dalam kresek di rumah tante, karena aku baru beberapa bulan pindah tempat tinggal di rumah tante (sempaja) dan balik tinggal di rumah emak (Smd-seberang)

  4. kamar lelaki biasa kalo berantakan..

    biasa juga kal ada coro, tikus, kelabang, dan lain sebagainya.. 😀

    *jadi ingat ketika kuliah dulu, kawan – kawan saya ketika masuk ke dalam kamar kos saya sempat heran, ini kamar cewe ato cowo karena rapinya.. hehehe..

  5. wah, kamarnya keren mas, lemari dan isinya juga keren mas ^^

    kalo lemariku paling paling isinya cuman baju dan celana doang, buku gak banyak, film gak ada blas, paling paling yang numpuk bekas mainan masa kecil dulu, hehe

    salam kenal mas ^^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE