Kecelakaan Jumat Pagi

Malam Jumat kemarin, aku bersama seorang temanku begadang di kampus untuk numpang wifi gratisan. Rencananya sih, yang begadang itu ada tiga orang, tapi yang satu lagi berhalangan karena harus cucian baju. Kenapa malam Jumat? Bukan karena sambil ngepet, tapi karena hari Jumat-nya libur.

Singkat cerita, sekitar pukul 03.00 lewat (lewatnya berapa menit aku udah lupa) kami memutuskan untuk pulang. Maka, berangkatlah kami untuk pulang. Karena udah malam, seperti biasa smua pintu gerbang di kampus udah ditutup sama petugas keamanan. Satu-satunya jalan keluar dari kampus adalah jalan tembus ke arah jalan Ruhui Rahayu. Mau gak mau kami ya terpaksa lewat situ.

Melewati wilayah sekolah-sekolah Yayasan Sumber Mas pagi-pagi buta itu lumayan bikin jantung dangdutan, soalnya kalo malam di situ gelap banget.

Di pertengahan Jalan Ruhui Rahayu, tiba-tiba ada sesosok yang muncul di kegelapan mencoba menghentikan motorku. Sosok tinggi, kurus, tampak lemes dan berdarah-darah itu hampir aja aku tabrak seandainya dia gak bilang, “Om.. tolong Om saya habis jatuh..”

Aku sempat mengira dia itu orang gila atau orang yang berusaha berniat jahat. Karena dia sudah mengungkapkan jati dirinya, aku gak ragu untuk berhenti dan menolongnya.

“Kamu jatuh di mana?” tanyaku.

“Di situ, Mas,” jawabnya.

Aku agak kebingungan melihat ke arah mana sebenarnya dia menunjuk, karena aku tidak melihat sama sekali ada motor di jalan yang dia tunjuk. Setelah jalan beberapa meter, aku baru tahu kalau dia  dan motornya jatuh ke dalam selokan. Remaja itu jatuh di selokan pinggir jalan yang dalamnya mungkin hampir tiga meter.


Gak lama kemudian, datanglah tiga orang yang berboncengan di atas satu motor melintas. Mereka sempat singgah sebentar, tapi sepertinya mereka buru-buru. Aku bilang aja kalau mereka ketemu orang didepan, tolong beri tahu kalau ada kecelakaan di sini.

Beberapa menit kemudian, datanglah dua orang pemuda yang ikut membantu kami menaikkan  motor si korban. Kalau berdua aja, mungkin sampai siang baru bisa keangkat itu motor.

Setelah motor terangkat, aku pinjamkan telepon selulerku kepada korban. Ia langsung menghubungi beberapa temannya untuk datang menjumputnya.

Waktu aku lihat keadaan motornya sebelum diangkat, yang muncul di kepalaku adalah “Kok bisa??”. Setelah ngobrol-ngobrol dengan dua pemuda yang datang belakangan, aku baru tahu ternyata si korban ini tadinya di kejar polisi. Sepertinya, dia sengaja mematikan lampu depan dan terus melaju. Dia gak sadarkalu ditikungan itu ada selokan yang lumayan dalam.

Nah, bagi teman-teman yang sering berkendara, terutama kendaraan roda dua sebaiknya semakin berhati-hati. Kecelakaan seperti yang dialami oleh bocah ini terjadi karena kesalahannya sendiri. Banyak kasus-kasus keclakaan seperti ini, tapi tidak sedikit pula kecelakaan yang terjadi di mana yang menjadi korban bukanlah yang membuat kesalahan.

Semoga tidak terjadi kecelakaan lalu lintas di Indonesai.. Amin..

tkp2

Diterbitkan oleh

Wahyudi DN

Blogger, Ubuntu Enthusiast, Movie Goer, Hampir Ganteng | Email: iyud@dnwahyudi.com

16 thoughts on “Kecelakaan Jumat Pagi”

  1. semua terjadi karena kelalaian semata. kadang sambil bawa motor smsan. kadang bawa motor ga make helm. helm di pake kalo ada razia padahal helm dirancang buat lindungi kepala bukan untuk takut di tilang polisi. bahkan anak di bawah umur pun sekarang sudah di biarkan memacu kendaraan di jalan raya. ckckck..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.