Tentang Nasi Padang

*The following article contains offensive material. Reader discretion advised

Selera gak bisa dipaksakan. Kita gak bisa memaksakan orang untuk menyukai atau tidak menyukai sesuatu. Selera makanan salah satunya.

Jadi, muncul keheranan dalam kepalaku ini mengapa Nasi Padang yang rasanya begitu-begitu aja kok bisa lumayan laris di jagad kuliner tanah air Indonesia. Setelah melalui beberapa menit perenungan dangkal, akhirnya kutemukan pencerahan asal-asalan mengenai Nasi Padang.

  1. Aku lebih memilih makan nasi goreng darurat buatan ibuku yang hanya pakai bumbu garam dan bawang merah daripada disuruh 😎 makan Nasi Padang.
  2. Nasi Padang itu adalah sebuah kesuksesan 👿 marketing karena rasanya biasa aja tapi ada di mana-mana.
  3. Nasi Padang itu seperti Shireen Sungkar; 😯 Gak begitu menarik tapi terkenal Banget.

Sekian dulu soal Nasi Padang. Terima Kasih.

(Kalau ada yang mau traktir aku Nasi Padang, mending gak usah.. Belikan pulsa aja deh..!)

*Nasi Padang yang dimaksud adalah Nasi Padang versi Loa Janan, Samarinda, Kalimantan Timur. Aku belum pernah makan Nasi Padang di tempat lain.

About the author: Dwi Nur Wahyudi

Blogger, Ubuntu Enthusiast, Movie Goer, Pendekar Akademik, Hampir Ganteng, Calon Imam Rumah Tanggamu, Menantu Idaman Mamamu | Email: iyud@dnwahyudi.com

25 Comments

  1. hahaha bener mas.. nasi padang kan menu-menunya kaya gitu aja saya juga suka tapi g sering-sering banget mending istri masak sendiri aja deh 🙂

  2. aku orang padang asli…kalau pergi ketempat lain justru aku malah susah menyesuaikan..
    tapi seenak2nya nasi padang, aku lebih suka nasi padang rumahan…bukan versi restoran hehe 😀 apalagi bikinan mama

  3. Wah, saya malah lumayan suka nasi padang, apalagi rendang dan ayam bakarnya 😀
    Tapi gak semuanya sih, tergantung yang jualan juga. Ada yang gak enak juga masaknya 😀

  4. Aku juga ngak begitu suka nasi padang, kenal nasi padang saat usiaku 18th disaat mulai menetap di jakarta.

    Kebetulan ngak begitu suka masakan yang berminyak dan berbumbu tajam 🙁

    1. Terima kasih tawarannya, tapi saya ragu cara ini akan berhasil mengubah pandangan saya karena seperti yang saya tulis di atas, selera gak bisa dipaksakan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE