Sertifikasi Guru: Satu Frasa Sejuta Rasa

Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang besifat nonpredikatif. Dalam Bahasa Indonesia dikenal sembilan jenis frasa. Kesembilan frasa itu adalah frasa verbal, adjektival, nominal, adverbial, pronomial, numeralia, interogativa koordinatif, demonstrativa koordinatif dan proporsional koordinatif. :sleep:

Kalau saya gak salah baca, maka “sertifikasi guru” termasuk dalam frasa verbal. Sekarang saya tidak akan membahas lebih lengkap soal frasa verbal. Kalau Anda ingin tahu lebih banyak, silahkan buka buku Bahasa Indonesia.

Ini bukunya

Yang ingin saya bahas kali ini adalah rasa yang ditimbulkan dari frasa itu.

Bete dan dongkol adalah

rasa yang muncul saat mendengar dua buah kata di atas. Pemicunya adalah tidak lain dan tidak bukan soal website data sertifikasi guru yang tampilannya kira-kira seperti di bawah ini.

Cara cepat sertifikasi guru
Ini websitenya

Jadi begini ceritanya. Beberapa waktu yang lalu, tunjangan sertifikasi guru SD akan segera keluar. Untuk urusan administrasi, guru-guru yang sudah dinyatakan lulus harus melengkapi data-data beliau-beliau. Celakanya, proses melengkapi data ini dilaksanakan secara online. Yang muncul di kepala saya adalah “Untuk guru SD yang usianya udah di atas 35 tahun, jaman gini kenal komputer aja udah syukur banget. Ini malah di suruh melakukan aktivitas dunia maya.” With all do respect, Guys. Tanpa bermaksud mengecilkan kompetensi guru-guru SD, tapi memang begitu kenyataan yang saya lihat.

Masalah muncul ketika  Ibu saya meminta bantuan saya untuk mengisi data secara online. Waktu saya menanyakan apa alamat websitenya, clue yang diberikan ibu saya cuma “cek data guru”. Waktu saya tanyakan lagi, Ibu saya cuma menjawab, “Ya, gak tahu. Tadi di kantor cuma begitu, bisa kok.” Saya dan Ibu saya sampai-sampai berbicara dengan nada agak keras gara-gara masalah alamat ini.

“Ya, udah. Ibu telepon aja orang kantor,” kata Ibu saya.

“Nah, itu ide bagus,” kata saya.

Kemudian Ibu saya menelepon petugas TU sekolah. Sebut saja namanya Bunga (nama aslinya sih, seingat saya Bu Isna) 😛 . Walau kita sebut “Bunga”, tapi harus diingat dia bukan korban tindakan kriminal, ya.. 😀

Saya: Halo, Bu saya mau nanya cek data guru tu alamatnya apa ya

Suara: Ehm, itu kan masuk ke internet kan. Terus “cek data guru”.

Saya: Iya, Buuu… Alamatnya apa??? 😮

Suara: iya, itu masuk ke internet terus cek data guru.

(Can you please, tell me what exactly “masuk ke internet” means?!?!? Kepala dimasukkin ke monitor gitu???) ❓

Saya: Iya, Bu. Itu tadi saya buka browser. Terus cari di google, kan banyak alamat website. Nah alamat yang bener yang mana? Soalnya banyak website palsu yang alamat dan keyword-nya pake “cek data guru”?

Suara: Iya.. yang “cek data guru”

Saya: Ya udah Bu, saya coba lagi (tutup telepon pake kesel). :mati:

Dari percakapan singkat itu saya menyimpulkan kalau si Bu “Bunga” ini sebenarnya gak begitu mengerti soal internet. 🙄 Ditanya alamat website aja jawabannya bolak-balik “cek data guru”.

Dongkol deh rasanya. Perasaan saya mungkin bisa dianalogikan seperti seorang polisi yang bertanya alamat pada seorang anak balita yang terpisah dengan orang tuanya. Yang ditanya tidak lebih mengerti dari yang bertanya, sementara di belakang saya ada tuntutan untuk menyelesaikan tugas.

Karena bukannya dapat petunjuk tapi malah tersesat, perdebatan malah terjadi lagi di rumah. “Coba kamu telepon Feny.” kata Ibu saya. Feny adalah nama sepupu saya yang bekerja juga sebagai petugas TU di salah satu SD. Dalam pikiran saya, tentunya dia pasti lebih berpengalaman.

Saya coba sms sepupu saya. Tidak berapa lama muncul balasan “Kak yud, coba buka alamat ini http://xxxxxxxxx.”

Nah, ini yang saya tanyakan dari tadi kepada Bu “Bunga”.  Langsung aja tuh alamat dibuka. Website bisa ketemu, tapi nampaknya server sedang down karena banyaknya pengunjung yang mengakses alamat tersebut.

“Memang kalau pagi gini websitenya sulit dibuka, Kak.” kata Feny dalam smsnya.

Kemudian saya jelaskan ke Ibu saya kalau alamatnya udah ketemu tapi server sedang down karena banyak yang mengakses.

Awalnya saya pikir Ibu saya mengerti, tapi ketika berbincang dengan Bapak saya, saya mendengar kata-kata Ibu saya “Ya udah Pak. Kita ke Samarinda aja datangin Feny. Yudi gak begitu ngerti.

AAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRGGGGHHHHHHH… Gedeg banget ini rasa hati dikatain gak ngerti, padahal infonya yang gak lengkap. Pengen makan orang rasanya. Saya coba jelaskan lagi ke Ibu, bukannya saya gak bisa masukkan datanya, tapi info dari si Bu “Bunga” yang ditelepon tadi gak lengkap dan servernya lagi down kalo jam segitu.

Dan, kata-kata “Yudi gak ngerti” muncul lagi beberapa jam yang lalu. :nyucuk:

Ah, sudahlah.. :fufu: Yang penting saya udah mencoba untuk membantu. Kalau ada orang yang gak percaya saya mampu ya gak usah lagi minta bantuan saya lagi. Yang penting, kalau diutnya cair, saya dikasih aja.. 😛

Ini yang nulis
(apa lihat-lihat?!?! Belajar internet dulu, sono..!!!)

Cukup sampai di sini curhat gedeg gak penting ini. (Sengaja pakai tag SD yang bersangkutan supaya barangkali ada orang yang berhubungan dengan SD yang sudah mendidik saya itu yang membaca tulsan ini).

Yang mau berkomentar silahkan… 😀


About the author: Dwi Nur Wahyudi

Blogger, Ubuntu Enthusiast, Movie Goer, Hampir Ganteng | Email: iyud@dnwahyudi.com

16 Comments

  1. tapi kalau jaman sekarang ga tahu dunia internet akan benar-benar ketinggalan. Saya juga mengalami hal lucu pada teman saya, ketika mendaftar sebagai petugas haji kan harus online dan via email. Ketika pemanggilan dari server puskeshaji sudah dikirimkan ke email teman saya, ternyata nyasar ke kotak sampah. Teman saya bingung karena tidak merasa dapat email dan dia konfirmasi per tilpun langsung ke puskeshaji… trus jawaban puskes… suruh nyari di tempat sampah… eeee… malah teman saya marah, katanya ia tanya serius malah dijawab guyon. trus… kalo dah gitu siapa yang salah ya…

  2. wedew, ternyata ya, pengalaman kita beda beda tipis, ada juga tuh temen disini yg jadi guru, gaptekkkknya adohhh biki rungsing, tp tetep sok pede, niat mau bantuin malah jadi pingin nampolin wkwkwkwk Ups …

  3. Kak Yud ngeyel juga, ya? Udah dibilang cek data guru koq di internet. Wkwkwkwk
    Gak masalah koq, Mas. Ini tugas anak2 atau tetangga yang tau tentang internet. Banyak yang bisa dimintai bantuan, asal jangan pada nakal minta bayaran sejuta. 🙂

  4. Hahaha, jadi emang gitu. Masa orang dinas di tempat saya juga pas saya tanyain alamat webnya apa jawabanya : Cek Data Guru. Kok bisa, kompakan sama ya mas.

    saya guru, syukurnya admin sekolah saya update & gaul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.