Insidious Chapter 2: Misi Penyelamatan

Berawal dari twitwar soal siapa yang paling penakut di antara kami, akhirnya kami sepakat untuk mengadakan nonton bareng film Insidious Chapter 2 untuk membuktikan pembelaan diri kami masing-masing.

Nonton bareng dilaksanakan di bioskp studio 21 Samarinda Central Plaza dengan peserta-peserta yang saling berdebat sebelumnya. Di akhir nonton bareng, rasanya kami tidak lagi memperdebatkan siapa yang paling penakut karena sepakat bahwa film ini lumayan serem. 😳

Nah, di sini aku bakal me-review sedikit mengenai film Insidious Chapter 2. Bagi yang berencana menonton film Insidios Chapter 2, silahkan di simak.

Poster hak miliki yg bikin film
Poster hak miliki yg bikin film

Bagi Anda yang belum menonton film Insidious yang pertama, jangan khawatir karena Anda masih bisa menikmati ditakut-takuti oleh film Insidious Chapter 2 ini. Film ini mengisahkan keluarga Lambert yang mencoba melanjutkan hidup mereka setelah kejadian yang mereka alami pada film sebelumnya.

Setelah berhasil mengembalikan jiwa Dalton yang ditahan di alam makhluk halus, keluarga Lambert harus mengungsi sementara ke rumah ibu Josh Lambert (Lorraine) karena polisi masih menyelidiki kematian Elise di rumah keluarga Lambert.

Awalanya kehidupan mereka nampak kembali normal, namun sedikit demi sedikit mereka kembali mendapat teror makhluk halus. Mulai dari kereta Cali (anak balita Lambert) yang sering bergerak sendiri, piano yang sering berbunyi, sampai dengan kontak fisik langsung dengan makhluk halus.

Renai agak sedikit curiga kepada Josh, apakah ia benar-benar Josh yang asli ataukah Josh yang raganya dibawah pengaruh makhluk halus. Kecurigaan ini timbul karena kematian Elise yang tiba-tiba. Kecurigaan itu sedikit berkurang saat polisi mengabarkan bahwa bekas tangan pada luka di leher Elise tidak sama dengan tangan Josh.

Kecurigaan dan keresahan juga dialami oleh Dalton. Dalton yang masih memiliki kemampuan astral projection melihat kejadian aneh. Pada suatu malam, Lorraine (nenek Dalton) menjenguk Dalton yang sedang tidur. Di dalam tidurnya, Dalton mengatakan kalau ada seseorang di belakang Lorraine. Hal ini diungkapkan Dalton kepada Rene sebagai “mimpi yang aneh”, yang sebenarnya di dalam tidurnya itu ia sedang berada dalam keadaan “keluar” dari badannya (astral projection). Di dalam “mimpinya” itu juga, Dalton melihat ayahnya (Josh) sedang berbicara sendiri.

Sementara itu, Tucker dan Specs (mantan rekan kerja Elise) mengunjungi rumah Elise. Di rumah Elise, mereka menemukan rekaman tua yang berisi video Elise berusaha “mengobati” Josh kecil yang selalu diganggu oleh makhluk halus. Di dalam rekaman itu, Tucker dan Specs menemukan hal aneh. Nampak di video Josh kecil sedang berbicara sendiri. Setelah mereka berusaha memperjelas video itu secara digital, mereka menemukan bahwa Josh kecil sedang berbicara pada bayangan Josh yang dewasa. Dari hal ini mereka menyimpulkan bahwa Josh yang sebenarnya masih terjebak di alam makhluk gaib.

Segera saja Tucker dan Specs menghubungi Carl (mantan rekan Elise lainnya) dan juga Lorraine. Mereka kemudian berusaha menyelidiki masalah ini. Carl berusaha menghubungi arwah Elise dengan dadu-dadunya. Dari proses pemanggilan arwah ini, akhirnya membawa mereka berempat ke sebuah gedung rumah sakit tua tempat Lorraine bekerja dulu.

Mereka berempat menuju gedung rumah sakit tua untuk mendapatkan petunjuk lebih jauh. Dari hasil penyelidikan, mereka mendapatkan info mengenai seseorang bernama Parker Crane. Mereka juga berhasil mendapatkan alamat rumah Parker Crane dan langsung menuju ke sana.

Di rumah Parker Crane, mereka berempat berhasil menyelidiki siap itu Parker Crane sebenarnya. Ternyata, Parker Crane adalah pelaku pembunuhan berantai yang terjadi beberapa puluh tahun sebelumnya. Pembunuhan berantai itu belum terungkap, namun salah satu korban berhasil selamat dan mengungkapkan bahwa pelaku pembunuhan adalah seorang “wanita tua bergaun pengantin hitam” yang sebenarnya adalah Parker Crane. Di rumah Parker Crane juga masih tersimpan beberapa jenazah para korban.

Sial bagi mereka berempat, ternyata yang memancing mereka ke rumah Parker Crane bukanlah Elise, melainkan arwah dari ibu parker Crane. Di rumah itu, mereka berjuang untuk selamat dari usaha ibu Parker membunuh mereka.

Paginya, setelah berhasil pergi dari ruma Parker Crane, Lorraine menghubungi Rene. Lorraine memberi tahu Rene agar jangan pulang karena Tucker, Specs dan Carl akan berusaha mengusir arwah Parker Crane dari tubuh Josh dan memanggil kembali jiwa Josh yang tersesat di alam makhluk halus.

Berhasilkah mereka memanggil kembali jiwa Josh? Bagaimana kehidupan keluarga Lambert selanjutnya? Silahkan saksikan Insidious Chapter 2 di bioskop-bioskop kesayangan Anda.. 😀

O, iya. Sedikit tips. Bagi yang belum menonton film Insidious yang pertama, sebaiknya tonton dulu filmnya karena ada sedikit scene yang ada hubungannya dengan film pertama, tapi kalaupun Anda tidak menonton film yang pertama, Anda masih bisa dibuat merinding   dan berteriak saat menonton film ini. 😯


Diterbitkan oleh

Wahyudi DN

Blogger, Ubuntu Enthusiast, Movie Goer, Hampir Ganteng | Email: iyud@dnwahyudi.com

19 thoughts on “Insidious Chapter 2: Misi Penyelamatan”

  1. Gw nonton insidious 2 di braga bareng orang2 yg kebanyakan anak SMA.
    Sepanjang film mereka teriak muluuuuuu
    Baru pertama kali itu gw nonhton film dgn suasana yg begitu hidup.
    haha

    1. Pengalaman saya juga aneh.. Waktu adegan Josh dan Carl ketemu ELise di alam makhluk gaib, anak-anak SMP di belakang pada tepuk tangan. Terlalu terbawa suasana, mungkin.. 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.