Beneran lo?!?

Kejahilan memang bisa menjadi “kebutuhan”. Kadang, gak enak rasanya kalau udah lam gak jahil. πŸ˜›

“Beneran lo?” adalah kata yang dikatakan seorang teman untuk mengantisipasi kejahilanku. Sebut saja namanya Bunga (bukan korban tindakan asusila).

Beberapa hari yang lalu, Bunga menanyakan alamat suatu website humor yang menampilkan gambar-gambar lucu. Bunga tidak langsung percaya alamat yang aku sebutkan karena mungkin ia mengalai trauma psikis akibat kejahilanku. πŸ˜€

Cerita ini berawal kira-kira empat tahun yang lalu.

Jadi, kami dapat tugas mencari jurnal penelitian untuk mata kuliah Metodologi Penelitian. Kami harus mencari jurnal yang ada di internet, kemudian sedikit membahasnya dalam essai dan mengumpulkannya melalui email.

Tugas ini tidak berjalan lancar bagi beberapa orang teman. Banyak jurnal yang ditolak dosen karena sudah ada yang mengumpulkannya terlebih dahulu. Mereka harus mencari jurnal lainnya. Aku termasuk yang lumayan mujur karena hanya dengan sekali kirim langsung diterima.

Satu dari mahasiswa yang belum berhasil adalah teman sekelasku, si Bunga.

Suatu hari, Bunga pergi ke sebuah warnet yang ada di dekat kosnya. Kunjungannya ke warnet tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mencari jurnal penelitian yang harus segera dikumpulkan.

Kondisi warnet ini agak berbeda dengan kebanyakan warnet lainnya. Warnet ini tidak memiliki sekat-sekat sehingga posisi komputer tidak berada dalam bilik. Jadi, semua orang dapat dengan bebas melihat layar monitor yang kita pakai.

Bunga mencari jurnal dengan seriusnya. Malang baginya, aku yang lagi kumat pengen jahil kebetulan juga on line pada saat yang bersamaan.

Sudah lebih dari satu jam Bunga mencari jurnal, tapi tidak juga ketemu. Melalui pesan instan (chatting) Bunga menanyakan kepadaku alamat website yang banyak jurnalnya. Kesempatan ini tidak aku sia-siakan. πŸ˜›

Aku memberikan satu alamat website yang hanya boleh diakses orang dewasa (you know what I mean). Tanpa bertanya lebih jauh, Bunga langsung mengakses alamat itu, dan muncullah gambar-gambar “serem” di layar monitor yang bisa dilihat orang seisi warnet itu.

Kesal :cemberut: dan kaget dirasakan Bunga saat itu, semenatara aku guling-gulingan ketawa di rumah.

Itulah sedikit cerita temntang kejahilanku. Teman-teman sekalian punya pengalaman jahil? Silahkan ceritakan di komentar. πŸ˜€


Diterbitkan oleh

Wahyudi DN

Blogger, Ubuntu Enthusiast, Movie Goer, Hampir Ganteng | Email: iyud@dnwahyudi.com

24 thoughts on “Beneran lo?!?”

  1. Pernah gan, iseng waktu piknik ke Bandung jaman sekolah dulu, hehehe
    Ceritanya ada temen ane beli voucher pulsa fisik yang musti digosok dulu n masukin kodenya ke HP biar masuk pulsanya.
    Nah temen ane yang beli voucher ini duduknya di sebelah ane, dia pegang voucher yang udah digosok sambil becanda sama temen ane yang lain… Nah saat itulah ane iseng masukin 14 digit kode ke HP ane, sebelum dia selese masukin, alhasil pulsanya masuk ke dengan sukses ke HP ane, hehehehe…

Tinggalkan Balasan ke tuxlin Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.