Tulisan Jelek

Beberapa tulisan di blog ini aku tulis di buku coretan. Aku mulai suka kembali menulis di buku tulis seperti jaman sekolah dulu. Ada sensasi yang berbeda dibandingkan dengan menulis langsung melalui keyboard komputer.

buku catatan tulisan jelek.
Buku Coretanku

Tulisan di buku ini ada yang ditulis dengan terburu-buru, posisi duduk yang aneh, bahkan ada juga yang ditulis dalam keadaan mengantuk. Tulisan jadi sangat jelek karena ditulis dalam keadaan yang sangat tidak ideal.

Melihat tulisanku yang jelek di buku ini membuat aku teringat pada salah satu teman waktu SD dulu. Dulu, aku punya teman yang tulisannya sangat jelek. Saking jeleknya, kita akan sangat kesulitan untuk membaca tulisannya itu. Ini kejadian nyata, tanpa direkayasa.

Pernah suatu hari, kami membahas suatu pelajaran di kelas. Aku menanyakan apa saja yang ia catat di dalam buku catatannya. Langsung saja ia menyerahkan buku catatannya. Saat melihat tulisannya, aku berusaha untuk menahan ekspresi wajah yang entah seperti apa.

Susah payah aku berusaha menerjemahkan goresan tinta biru yang ia buat di buku catatannya. Dengan izin Yang Maha Kuasa, akhirnya aku bisa sedikit membaca tulisannya.

Sampai pada suatu titik, aku menyerah dan kutanyakan saja apa yang dituliskannya itu. Sungguh tidak terduga reaksi yang aku terima. Ia tampak serius berusaha membaca tulisannya sendiri. Tingkat kejelekan tulisan sudah sangat akut, sampai-sampai yang punya tulisan tidak bisa membaca tulisannya sendiri. πŸ˜†

Saat itu, momennya benar-benar canggung. Aku mau tertawa tapi tidak tega. Kami hanya bisa menunjukkan ekspresi bingung (walau sebenarnya isi kepalaku terbahak-bahak).

Nah, cukup sampai di sini dulu tulisan ngata-ngatain orang. Lain kali dilanjutkan lagi.

*Tulisan itu gak perlu bagus-bagus amat. Tulisan bisa terbaca, itu saja sudah cukup.


Diterbitkan oleh

Wahyudi DN

Blogger, Ubuntu Enthusiast, Movie Goer, Hampir Ganteng | Email: iyud@dnwahyudi.com

12 thoughts on “Tulisan Jelek”

  1. tulisan tangan saya bagus dan indah kok, mas..heheee.setidaknya bisa dibaca..
    teringat dulu waktu sering nulis surat cinta buat gadis idaman..hahaa..katanya dia selalu merindukan tulisan tangan saya yg indah itu..
    *jadi ragu,dia naksir siapa sebenarnya..??hihi..

  2. Luar biasa Yudi, dengan menulis tangan, reflek dan koordinasi terjaga ya. Meski ada reminder dll untuk jadwal kerja harian sy juga masih suka menulis di buku. Salam

  3. saya juga masih menulis dibuku tulis dulu, tapi intinya aja, ga selengkap foto yang diatas, makanya nyadar kalau tulisan tangannya ‘hancur’ juga πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.