Beruang Pijar: Riwayatmu Kini

Setiap kali menemukan bangunan rusak, ibuku selalu berkomentar bahwa orang Indonesia sudah pintar membangun, tapi kurang pintar merawat. Kalau dipikir-pikir, pernyataan itu sering ada benarnya juga.

Jadi, beberapa hari yang lalu aku pergi ke pasar pagi untuk membeli sesuatu. Di perjalanan pulang, aku singgah di taman tepian, lebih tepatnya di depan kantor gubernur kalimantan timur untuk membeli es dawet. Di taman tepian, terdapat beberapa buah lampion yang menghiasi taman. Sayangnya kondisinya sudah sangat buruk. Bukannya memperindah tampilan taman, lampion itu kini nampak seperti sampah yang memperburuk wajah taman.

Sedikit mengingat sejarah lampion ini. Lampion ini dulu mendapat kritik di media sosial karena saat pembangunannya Samarinda tengah menghadapi banjir di beberapa wilayah.

Nasib hampir serupa juga dialami Taman Teluk Lerong yang berlokasi tidak jauh dari taman di depan kantor gubernur ini. Bahkan taman Teluk Lerong sempat menjadi sorotan media cetak lokal (klik prokal).

Sekarang, satu-satunya taman lampion yang masih terawat adalah Mahakam Lampion Garden yang terletak di jalan Slamet Riyadi. Menurutku, taman itu akan bernasib lebih baik karena di sana ada penjaganya dan pengunjung juga dikenai tarif untuk dapat masuk ke lokasi taman.

About the author: Dwi Nur Wahyudi

Blogger, Ubuntu Enthusiast, Movie Goer, Pendekar Akademik, Hampir Ganteng, Calon Imam Rumah Tanggamu, Menantu Idaman Mamamu | Email: iyud@dnwahyudi.com

Related Posts

4 Comments

  1. Sayang sekali ya Yudi, riwayat beruang pijar kini…. Pembangunan yg menelan dana, pemikiran, jadi lusuh tanpa pemeliharaan. Seandainya ada gerakan swadaya memperbaiki dari kelompok masyarakat, moga membuat pihak terkait tergugah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE