Panen Melon 2020

Kebayang gak sih, tahun 2050 nanti (katanya) jumlah penduduk dunia ada sebanyak 10 miliar jiwa? Banyaknya penduduk tentu akan membawa masalah yang kompleks. Pangan mungkin adalah yang menjadi masalah utama.

Pengelolaan sumber daya untuk menghasilkan pangan menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia di bumi. Salah satu sumber daya tersebut ialah lahan. Lahan pertanian yang luas sekalipun bila pengelolaannya tidak baik, tidak akan menghasilkan bahan pangan yang cukup. Lanjutkan membaca Panen Melon 2020

Pekan Raya Samarinda 2019

Tidak begitu jauh dari momen Ulang Tahun Kota Samarinda, di Samarinda dilaksanakan Pekan Raya Samarinda. Pekan Raya Samarinda dilaksanakan di GOR Segiri Samarinda pada tanggal 6 sampai dengan 10 Februari yang lalu.

Aku kurang memerhatikan siapa sebenarnya penyelenggara Pekan Raya Samarinda 2019 ini. Mungkin saja penyelenggaranya adalah Pemerintah Kota Samarinda dengan dibantu oleh EO.

Denah pameran
Jadwal acara

Acara terbagi di dua tempat, yaitu indoor dan outdoor. Acara indoor kebanyakan di berupa talkshow dan juga lomba-lomba yang memerlukan ruangan. Sedangkan acara outdoor adalah acara anak muda seperti band dan festival cosplay. Lanjutkan membaca Pekan Raya Samarinda 2019

Tes Konten VR

Salah satu pembaruan terkini dari blog engine wordpress adalah kemampuannya untuk menampilkan konten Virtual Reality (VR). Oleh karena itu, maka dalam pos kali ini aku mau mencoba menempatkan satu foto panorama 360° untuk diuji coba di blogku ini.

Foto diambil menggunakan smartphone dengan aplikasi Cardboard Camera dari Google.

Ini dia fotonya.

View 360

 

View cinema

Dari foto di atas dapat kita ketahui bahwa view 360° hanya cocok untuk foto yang diambil menggunakan kamera 360°, sedangkan jika menggunakan smartphone dengan aplikasi pembuat foto panorama tampilan yang pas adalah tampilan cinema.

Beruang Pijar: Riwayatmu Kini

Setiap kali menemukan bangunan rusak, ibuku selalu berkomentar bahwa orang Indonesia sudah pintar membangun, tapi kurang pintar merawat. Kalau dipikir-pikir, pernyataan itu sering ada benarnya juga.

Jadi, beberapa hari yang lalu aku pergi ke pasar pagi untuk membeli sesuatu. Di perjalanan pulang, aku singgah di taman tepian, lebih tepatnya di depan kantor gubernur kalimantan timur untuk membeli es dawet. Di taman tepian, terdapat beberapa buah lampion yang menghiasi taman. Sayangnya kondisinya sudah sangat buruk. Bukannya memperindah tampilan taman, lampion itu kini nampak seperti sampah yang memperburuk wajah taman.

Sedikit mengingat sejarah lampion ini. Lampion ini dulu mendapat kritik di media sosial karena saat pembangunannya Samarinda tengah menghadapi banjir di beberapa wilayah.

Nasib hampir serupa juga dialami Taman Teluk Lerong yang berlokasi tidak jauh dari taman di depan kantor gubernur ini. Bahkan taman Teluk Lerong sempat menjadi sorotan media cetak lokal (klik prokal).

Sekarang, satu-satunya taman lampion yang masih terawat adalah Mahakam Lampion Garden yang terletak di jalan Slamet Riyadi. Menurutku, taman itu akan bernasib lebih baik karena di sana ada penjaganya dan pengunjung juga dikenai tarif untuk dapat masuk ke lokasi taman.

Jalan Ke Tenggarong (III): Ladaya



Ini, nih.. Objek wisata yang lagi naik daun banget di Tenggarong, Kutai Kartanegara. Namanya Ladaya, singkatan dari Ladang Budaya. Popularitas tempat wisata yang satu ini lumayan melejit, bahakan menurutku udah ngalahin Creative Park yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (yang ini pendapat sok tahu).

Ladaya yang terletak tidak jauh dari pusat kota, bisa dijangkau dengan mudah dengan kendaraan pribadi. Aku tidak tahu, apakah ada kendaraan umum yang menuju ke sana atau tidak. Yang pasti, aku tidak menemukan kendaraan umum waktu berkunjung ke Ladaya hari Minggu lalu.

Bisa dibilang, hal yang ada di situ udah umum kalau dibandingkan dengan objek wisata lain. Di Ladaya ada taman, kafetaria, tempat bermain flying fox, paint ball dan lainnya. Selain arena bermain, di Ladaya juga ada cottage untuk tempat beristirahat.

Mungkin, kepopuleran tempat ini karena Ladaya masih sangat baru. Namun tidak menutup kemungkinan Ladaya bisa menjadi lebih populer kalau pengleola mampu merawat dan menjalankan tempat itu dengan baik.

Bagi teman-teman yang mau ke Ladaya, sila gunakan smartphone kamu untuk mencari lokasinya. 🙂

Klik di sini untuk melihat alamat lengkap Ladaya

Journal Tour (4): Belanja

Travelling rasanya benar-benar hambar kalau tidak disertai dengan belanja. Sayangnya, karena aku kurang berpengalaman dalam travelling, akhirnya aku kurang mempersiapkan diri untuk urusan belanja-belanja ini.

Pagi pertama di Jakarta, Jumat 20 Februari 2015 kegiatan kami diawali dengan sarapan di hotel. Setelah sarapan, rombongan langsung menuju bus untuk bersama-sama mengunjungi Pasar Tanah Abang.

Pasar Tanah Abang yang konon katanya adalah pasar grosir konveksi terbesar diAsia Tenggara memang benar-benar sangat besar. Karena perhatianku teralihkan oleh lingkungan sekitar (macet, gedung-gedung, orang-orang) aku jadi kurang memperhatikan besarnya gedung Pasar Tanah Abang Blok A ini.

Besarnya gedung Blok A ini baru terasa ketika kita berada di dalamnya. Kalau aku tidak salah hitung, gedung ini terdiri dari tujuh belas lantai. Lanjutkan membaca Journal Tour (4): Belanja