Pekan Raya Samarinda 2019

Tidak begitu jauh dari momen Ulang Tahun Kota Samarinda, di Samarinda dilaksanakan Pekan Raya Samarinda. Pekan Raya Samarinda dilaksanakan di GOR Segiri Samarinda pada tanggal 6 sampai dengan 10 Februari yang lalu.

Aku kurang memerhatikan siapa sebenarnya penyelenggara Pekan Raya Samarinda 2019 ini. Mungkin saja penyelenggaranya adalah Pemerintah Kota Samarinda dengan dibantu oleh EO.

Denah pameran
Jadwal acara

Acara terbagi di dua tempat, yaitu indoor dan outdoor. Acara indoor kebanyakan di berupa talkshow dan juga lomba-lomba yang memerlukan ruangan. Sedangkan acara outdoor adalah acara anak muda seperti band dan festival cosplay. Lanjutkan membaca Pekan Raya Samarinda 2019

Parade Medali Emas di Samarinda

Entah dalam rangka apa, kemarin, hari Jumat tanggal 7 September 2018 di Samarinda dilaksanakan jalan santai. Jalan santai ini diikuti pegawai dari berbagai instansi di lingkungan pemerintahan Kota Samarinda. Jalan santai juga mengerahkan anak sekolah dari beberapa sekolah yang ada di Kota Samarinda.

Kabaranya, jalan santai kali ini juga dihadiri oleh peraih medali emas Asian Games yang berasal dari kota Samarinda. Saya sendiri tidak melihatnya karena banyakanya peserta yang menumpuk dan kurang teratur. Foto sang peraih medali emas baru saya dapatkan setelah ada yang membagikannya di grup Whatsapp. Lanjutkan membaca Parade Medali Emas di Samarinda

Berkunjung ke Indogreen Environment & Forestry Expo 2018

Entah berkaitan atau tidak , bersamaan dengan Kaltim Fair 2018 yang dilgelar di kompleks Stadion Madya Sempaja Samarinda, juga dilaksanakan Indogreen Environment & Forestry Expo 2018. Acara ini lebih tepatnya dilaksanakan di Samarinda Convention Hall Stadion Madya Sempaja Samarinda.

Jadi, hari Jumat (6 April 2018) lalu, saya berkesempatan untuk berkunjung di acara Indogreen Environment & Forestry Expo 2018 ini. Kunjungan kali ini bukan karena keinginan sendiri, melainkan menjalankan tugas menjaga anak-anak yang diundang untuk menghadiri pameran ini

Walaupun bisa dibilang saya hampir tidak punya kaitan dengan bidang ini, rasanya cukup menyenangkan bisa melihat pameran di bidang lingkungan dan kehutanan ini. Banyak hal-hal menarik yang bisa saksikan.

Seperti pameran-pameran sebelumnya yang pernah saya kunjungi, pameran kali ini diikuti oleh berbagai instansi pemerintah dan juga swasta di bidang lingkungan dan juga kehutanan. Peserta pameran adalah BKSDA dari seluruh Indonesia, Taman Nasional, dan instansi lainnya, juga ada pihak swasta yang bergerak di bidang lingkungan dan kehutanan.

Berikut ini fot-foto dan video dokumentasi yang saya buat. Mohon maaf, video berkualitas rendah karena device dan penyuntingan seadanya.

Suasana pameran

 

Dekorasi sekaligus photo booth yang disediakan oleh panitia

 

Alat yang dipamerkan satuan Pemadam Kebakaran

 

Lebah penghasil madu yang dipamerkan

 

Beruang Pijar: Riwayatmu Kini

Setiap kali menemukan bangunan rusak, ibuku selalu berkomentar bahwa orang Indonesia sudah pintar membangun, tapi kurang pintar merawat. Kalau dipikir-pikir, pernyataan itu sering ada benarnya juga.

Jadi, beberapa hari yang lalu aku pergi ke pasar pagi untuk membeli sesuatu. Di perjalanan pulang, aku singgah di taman tepian, lebih tepatnya di depan kantor gubernur kalimantan timur untuk membeli es dawet. Di taman tepian, terdapat beberapa buah lampion yang menghiasi taman. Sayangnya kondisinya sudah sangat buruk. Bukannya memperindah tampilan taman, lampion itu kini nampak seperti sampah yang memperburuk wajah taman.

Sedikit mengingat sejarah lampion ini. Lampion ini dulu mendapat kritik di media sosial karena saat pembangunannya Samarinda tengah menghadapi banjir di beberapa wilayah.

Nasib hampir serupa juga dialami Taman Teluk Lerong yang berlokasi tidak jauh dari taman di depan kantor gubernur ini. Bahkan taman Teluk Lerong sempat menjadi sorotan media cetak lokal (klik prokal).

Sekarang, satu-satunya taman lampion yang masih terawat adalah Mahakam Lampion Garden yang terletak di jalan Slamet Riyadi. Menurutku, taman itu akan bernasib lebih baik karena di sana ada penjaganya dan pengunjung juga dikenai tarif untuk dapat masuk ke lokasi taman.

Makan di Food Festival

Akhir bulan April sampai dengan awal bulan Mei ini, di Mall Lembuswana, Samarinda diadakan gelaran jajanan rakyat. Lembuswana Food Festival ini adalah gelaran yang kedua setelah beberapa minggu sebelumnya juga diadakan di tempat yang sama.

Sekitar seminggu sebelumnya, di mall sebelah juga diadakan acara yang mirip bernama Samarinda Mega Food Festival. Entah karena persaingan antar mall, atau memang atensi masyarakat yang sangat besar sehingga beberapa acara serupa diadakan dalam waktu yang sangat dekat.

Pengunjung sempat panik saat gerimis

Seingatku, dalam tahun ini secara total sudah ada tiga acara semacam ini di Samarinda. Walau sudah ada tiga acara, aku baru sempat datang ke acara yang di Lembuswana akhir bulan lalu. Aktivitasku yang sangat sibuk dalam mengurusi nasib bangsa ini yang sangat menghambatku jalan-jalan. 😎

Jualannya Mail.. Seketul 2 ringgit…!

Aku melihat hal ini sebagai sesuatu yang positif bagi pariwisata di Samarinda mengingat tidak ada obyek wisata yang tergolong kelas “super” di Samarinda. Wisata alam dan budaya etnik memang ada di Samarinda, tetapi kalah telak dibandingkan dengan obyek wisata yang ada di daerah lain sekitar Samarinda.

Lumayan asik karena gak begitu padat pengunjung.

Karena wisata alam dan etnik tidak bisa diandalkan, mungkin dinas pariwisata perlu memperbanyak acara yang sifatnya pop culture seperti food festival ini. Semoga saja bukan hanya wisatawan lokal yang datang, tapi juga wisatawan dari daerah atau bahkan mancanegara.

Juga menjadi harapan terbesarku adalah; dinas pariwisata kota Samarinda dan Provinsi Kalimantan Timur mau menggunakan jasa blogger sepertiku untuk mempromosikan acara-acara pariwisata yang mereka adakan… Kalau jasaku dipakai, kan lumayan duitnya ditabung demi masa depan, sehingga aku bisa ikut melestarikan spesies manusia di muka bumi ini. Hihihi… 😀

Ulang Tahun Samarinda!!!

Walau secara administratif aku adalah warga Kutai Kartanegara, namun secara sosio-kultural aku menganggap diriku sebagai warga Samarinda. Gimana enggak, hampir sejak lahir sampai resmi jadi pengangguran aku beraktivitas di Samarinda.

Jadi sebagai warga Samarinda sosio-kultural, aku seperti warga Samarinda administratif juga ingin mengucapkan selamat Ulang Tahun kepada (pemerintah) Kota Samarinda.. :mrgreen:

Saat di SMP dulu, di mata pelajaran komputer, kami pernah diberi artikel untuk diketik ulang. Artikel itu menceritakan sejarah singkat kota Samarinda. Dari artikel itu aku jadi tahu kalau ulang tahun Samarinda dirayakan pada tanggal 21 Januari, walau sebenarnya 21 Januari adalah ulang tahun Pemerintah Kota Samarinda.

Selain dari artikel pelajaran komputer, Ulang Tahun Kota Samarinda juga mudah diingat olehku karena dulu, Ulang Tahun Kota Samarinda dirayakan dengan pawai. Aku sebagai salah satu anggota Drum Band SMP Negeri 1 Samarinda, dua kali berturut-turut mengikuti pawai tersebut. Sayangnya, sekarang sudah tidak ada pawai lagi saat Ulang Tahun Kota Samarinda.

Gambar dari wikipedia (klik!)

Akhir kata, Selamat Ulang Tahun (Pemerintah) Kota Samarinda. Semoga Samarinda semakin menjadi kota yang TEPIAN… 😀