Kartu Pos GA

Selama tahun 2015 ini, baru kali ini sempat nulis di blog. Maklum, aku masih sibuk memikirkan nasib bangsa. Jadinya agak terbengkalai kegiatan blogging-nya. Bisanya cuma blogwalking seminggu sekali, gak ada ide mau nulis apa.

Nah, (daripada kosong sama sekali) kali ini aku mau nunjukkan kartu pos hasil dari menang GA di grup Postcrossing Indonesia.

Lanjutkan membaca Kartu Pos GA

Meniru Sean Patrick

Beberapa minggu yang lalu aku baca blog resminya postcrossing tentang keunikan foto-foto kartu pos yang diunggah oleh Sean Patrick. Jadi, si Sean ini memasang foto kartu pos yang dia terima sambil selfie gitu. Unik dan kreatif banget, ya..

Terinspirasi oleh Sean, aku coba untuk meniru apa yang dia lakukan. Sayangnya, waktu itu aku belum menerima sebiji pun kartu pos official postcrossing.

Sekian hari berlalu, penantian berakhir juga. Dua lembar kartu pos official datang dari tanah Eropa dan juga New Zealand. Tanpa banyak mikir, langsung aja dah aku praktikkan selfie a la Sean Patrick.

Kalau kamu baca blogpost postcrossing, di situ dituliskan kalau Sean biasanya memasang foto yang diambil oleh anaknya (hm.. Jadi sebenarnya bukan selfie, tapi difotoin) atau berdua dengan anaknya. Ini menjadi sedikit masalah buatku, karena aku belum punya istri apalagi anak yang siap mendukung bakat narsisku (walau sebenarnya gak harus se-detail itu nirunya).

Okelah.. Kalau Sean difotoin anaknya, aku akan melakukan selfie murni. Untungnya aku punya tripod yang aku beli online. Jadi, selfie bisa agak terbantukan.

Selfie pake tripod agak ribet (jadi terpikir untuk beli tongsis), karena harus setting timer kemudian pasang posisi muka yang pas supaya komposisi gambar bisa bagus. Untungnya, kamera poket Nikon L23-ku punya fitur yang cukup membantu untuk selfie. Si Nikon bisa otomatis mengambil foto apabila wajah yang dibidik itu tersenyum. Maka, jadilah foto serem di bawah ini.

Kartu pos dari Belanda (foto diambil dengan timer kamera)
Kartu Pos dari Midle Earth New Zealand (foto diambil dengan timer kamera)

Bukan maksud mau pamer gingsul, tapi si Nikon gak bisa ngambil gambar kalau senyumnya nanggung. Jadi, ya harus senyum a la model sampul majalah remaja tahun 90an gini. Semoga foto-foto yang aku unggah di website postcrossing ini gak bakal bikin postcrosser lain jadi ketakutan, ya. Bisa-bisa gak ada lagi yang mau kirim-kiriman kartu pos dengan orang indonesia. 😆

Gak sengaja pamer gingsul (foto diambil dengan fitur smile recognition)

Nah, begitulah ceritaku mencoba meniru gaya Sean Patrick. Kalau ada uneg-uneg bisa disampaikan lewat komentar. Aku juga bersedia menerima donasi kartu pos kosong maupun writen.. Hihihi..

Baca juga Kartu-kartu Pertamaku.

Kartu Ke-3 Postcrossing

Ini adalah kali ketiga aku mengirimkan kartu post official postcrossing. Yang pertama dan kedua gak sempat di tulis di blog karena aku lagi sibuk mikirin nasib bangsa.. :fufu:

Waktu request alamat yang pertama, aku dapatnya Russia, :T.T: yang mana pastinya bakalan lama sampainya. Terus, yang kedua dapat alamat Jerman, Nah, kali ini aku dapat alamat ke Amerika, coy…

Agak heran dikit, kenapa ketiga alamat tujuan ini selalu postcrosser cewek, ya?!? Apa postcrosser itu lebih banyak cewek dibanding cowok atau mungkin memang sengaja cowok dikasih alamat cewek dan sebaliknya? Biar bisa sambil cari jodoh, maksudnya mungkin… :hehe:

Kartu Pos Gambar Pantai
Kartu Pos Gambar Pantai
Perangkonya tiga biji

Agak sedih, sebenarnya ngasih kartu pos yang isinya gambar Kalimantan Selatan. Agak susah nyari kartu pos yang isinya gambar Kalimantan Timur. Ini aja untung bisa dapat kartu pos di Toko Buku Aziz di Mall Lembuswana. Karena haraganya murah (Rp.500,-), langsung aja dah diambil. :hehe:

Dengan Bahasa Inggris yang pas-pasan, nekat aja ngirim kertu pos ke bule. Yang Penting kartu posnya sampai.. Hihii 😆

Nah, kalau ada teman-teman yang pengen ikutan berkirim kartu pos ke luar negeri, langsung aja daftar di postcrossing.com. Kalau ada pertanyaan, langsung aja tulsi di komentar atau bisa berkirim email dengan saya.. 😀

:music: Happy Postcrossing

Lanjutkan membaca Kartu Ke-3 Postcrossing

Kartu-kartu Pertamaku

Berawal dari blogwalking, gak sengaja terdampar di tulisan Mas Hendro Nurkholis yang membahas soal Postcrossing, akhirnya sekarang aku mulai tertular hobi yang satu ini.

Apaan tuh Postcrossing? Secara singkat, postcrossing itu artinya tuker-tukeran kartu pos. Lebih lengkapnya mending baca di sini deh (klik dong).

Aku belum mengirimkan satu kartu pos pun karena belum sempat nyari kartu pos yang bagus.. 😛 . Jadi, aku cuma bisa lihat-lihat kartu pos melalui blog-blog postcrosser sambil berharap suatu saat bisa punya koleksi seperti mereka.

Suatu hari, salah seorang temanku berlibur ke Jawa. Aku minta dia untuk mengirimkan kartu pos dari sana. Aku pengen ngerasain gimana rasanya menerima kartu pos dari Pak Pos.. 😀  Di bawah ini kartu posnya. Lanjutkan membaca Kartu-kartu Pertamaku