Jalan Ke Tenggarong (III): Ladaya



Ini, nih.. Objek wisata yang lagi naik daun banget di Tenggarong, Kutai Kartanegara. Namanya Ladaya, singkatan dari Ladang Budaya. Popularitas tempat wisata yang satu ini lumayan melejit, bahakan menurutku udah ngalahin Creative Park yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (yang ini pendapat sok tahu).

Ladaya yang terletak tidak jauh dari pusat kota, bisa dijangkau dengan mudah dengan kendaraan pribadi. Aku tidak tahu, apakah ada kendaraan umum yang menuju ke sana atau tidak. Yang pasti, aku tidak menemukan kendaraan umum waktu berkunjung ke Ladaya hari Minggu lalu.

Bisa dibilang, hal yang ada di situ udah umum kalau dibandingkan dengan objek wisata lain. Di Ladaya ada taman, kafetaria, tempat bermain flying fox, paint ball dan lainnya. Selain arena bermain, di Ladaya juga ada cottage untuk tempat beristirahat.

Mungkin, kepopuleran tempat ini karena Ladaya masih sangat baru. Namun tidak menutup kemungkinan Ladaya bisa menjadi lebih populer kalau pengleola mampu merawat dan menjalankan tempat itu dengan baik.

Bagi teman-teman yang mau ke Ladaya, sila gunakan smartphone kamu untuk mencari lokasinya. 🙂

Klik di sini untuk melihat alamat lengkap Ladaya

Journal Tour (4): Belanja

Travelling rasanya benar-benar hambar kalau tidak disertai dengan belanja. Sayangnya, karena aku kurang berpengalaman dalam travelling, akhirnya aku kurang mempersiapkan diri untuk urusan belanja-belanja ini.

Pagi pertama di Jakarta, Jumat 20 Februari 2015 kegiatan kami diawali dengan sarapan di hotel. Setelah sarapan, rombongan langsung menuju bus untuk bersama-sama mengunjungi Pasar Tanah Abang.

Pasar Tanah Abang yang konon katanya adalah pasar grosir konveksi terbesar diAsia Tenggara memang benar-benar sangat besar. Karena perhatianku teralihkan oleh lingkungan sekitar (macet, gedung-gedung, orang-orang) aku jadi kurang memperhatikan besarnya gedung Pasar Tanah Abang Blok A ini.

Besarnya gedung Blok A ini baru terasa ketika kita berada di dalamnya. Kalau aku tidak salah hitung, gedung ini terdiri dari tujuh belas lantai. Lanjutkan membaca Journal Tour (4): Belanja

Jalan ke Tenggarong (II)

Tanggal 2 Agustus yang lalu aku (lagi-lagi) ke Tenggarong untuk mengunjungi sanak keluarga di sana. Teranyata, ada yang masih penasaran dengan museum Mulawarman karena pada kunjungan ke Tenggarong sebelumnya, Museum Mulawarman ditutup karena adanya persiapan penyelenggaraan Erau. Lanjutkan membaca Jalan ke Tenggarong (II)

Journal Tour (2): The Stories Begin

Satu hal yang lumayan menarik dari kampus UPI Bandung adalah aku hampir gak melihat adanya sepeda motor yang berkeliaran. Ternyata, kampus UPI membudayakan berjalan kaki di kampus. Hal yang pernah juga terpikirkan olehku, untuk diterapkan di Gunung Kelua.
Jadi sebagai bagian dari ikut membudayakan jalan kaki di kampus, kami juga berjalan kaki menuju lokasi kunjungan. Yah, selain bisnya juga gak bisa lewat jalan kecil sih. :hehe:
Setelah menyelesaikan kunjungan, rombongan segera berangkat menuju lokasi wisata Tangkuban Perahu. Selama perjalanan, aku terkagum-kagum dengan skill pengendara bus kami. Dia mampu melewati jalan yang kuanggap cukup sempit untuk bus besar, dengan medan berkelok dan menanjak.

Lanjutkan membaca Journal Tour (2): The Stories Begin

Beli Buku Hunger Games

Karena penasaran dengan cerita Mockingjay setelah nonton Catching Fire dulu, aku memutuskan untuk membeli buku trilogy Hunger Gamses. Maka dimulailah perburuan di Arena ini.

Supaya lebih asik bacanya, aku berencana untuk langsung membeli ketiga bukunya sekaligus. Lebih asik lagi kalau beli box set-nya. Jadi terlihat lebih elegant. :fufu:

Dulu, aku pernah lihat box set trilogy Hunger Games di toko buku di Mall terbesar di Samarinda, tapi kemudian box set-nya udah gak ada lagi :T.T: . Buku yang terpisah pun tidak lengkap, tidak ada Catching Fire-nya.

Sepertinya jalan tercepat untuk mendapatkan box set Hunger Games adalah dengan membeli di toko buku online. Sayangnya, toko buku online pun udah kehabisan box set Hunger Games. Yang ada hanya buku terpisahnya.

Beberapa minggu mencari, akhirnya… Lanjutkan membaca Beli Buku Hunger Games

Menghemat Space Webhosting

Mengelola blog dengan platform CMS yang diinangkan (hosted) sendiri bisa dibilang susah susah sulit (gak) gampang. Kita harus pandai-pandai mengatur agar blog kita bisa optimal namun juga harus memerhatikan resources (sumber daya) dari jasa inang (hosting) web yang kita pakai. Jangan sampai blog kita terasa sekedarnya, tapi juga harus dihindari penggunaan sumber daya yang terlalu memaksa server bekerja keras.

Satu dari keterbatasan jasa webhosting adalah space atau ruang disk yang disediakan penyelenggara jasa hosting. Kalau Anda tergolong orang yang ber-uang, mungkin akan dengan mudah memecahkan masalah ini dengan menyewa jasa hosting unlimited (tak terbatas). Bagi Anda yang masih berdompet tipis seperti saya, tentu hanya bisa menyewa hosting dengan kapasitas terbatas.

Ada beberapa trik yang bisa Anda terapkan untuk menghemat ruang disk webhosting Anda. Berikut ini saya tuliskan. Lanjutkan membaca Menghemat Space Webhosting