Mengapa Saya Suka Arloji Mekanik

Sudah beberapa kali saya menulis tentang jam yang saya beli di blog saya ini. Kebanyakan jam tersebut adalah jam mekanik. Saya memang lebih menyukai jam tangan mekanik daripada jam tangan elektronik (quartz). Bagi saya, beberapa hal pada jam tangan mekanik mungkin tidak dapat kita jumpai pada jam tangan quartz.

Sedikit info untuk yang belum mengerti jam tangan mekanik itu apa; Jam tangan atau arloji mekanik adalah jam tangan yang bekerja hanya dengan prinsip mekanik dalam gerakannya. Jadi, pada jam tangan mekanik tidak ada komponen elektroniknya. Pada jam tangan mekanik,  hanya ada roda-roda bergerigi, pegas dan komponen-komponen mekanik lainnya, walau ada jam khusus yang menggabungkan cara kerja keduanya, yaitu mesin Seiko kinetic, tapi umumnya jam mekanik tidak ada sama sekali komponen elektronik.

Bagi kebanyakan orang, mungkin hanya memandang jam tangan sebagai Lanjutkan membaca Mengapa Saya Suka Arloji Mekanik

Panen Melon 2020

Kebayang gak sih, tahun 2050 nanti (katanya) jumlah penduduk dunia ada sebanyak 10 miliar jiwa? Banyaknya penduduk tentu akan membawa masalah yang kompleks. Pangan mungkin adalah yang menjadi masalah utama.

Pengelolaan sumber daya untuk menghasilkan pangan menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia di bumi. Salah satu sumber daya tersebut ialah lahan. Lahan pertanian yang luas sekalipun bila pengelolaannya tidak baik, tidak akan menghasilkan bahan pangan yang cukup. Lanjutkan membaca Panen Melon 2020

Pengalaman Pasang Indihome 2020

Mungkin, karena semakin merebaknya gerakan Work From Home (WFH), dijadikan sebagai kesempatan bagi perusahaan penyedia jasa internet untuk menjaring pelanggan baru.

Salah satu yang memberikan promo adalah perusahaan ISP plat merah di Indonesia.

Beberapa waktu yang lalu, saya iseng-iseng ngecek web mereka. Ternyata, ada promo khusus siswa dan guru dengan harga sedikit miring bila dibandingkan dengan paket reguler.

Sore hari, saya tawarkan kepada ayah untuk memasang internet di rumah, saya jelaskan bahwa ada promo khusus guru. Orang rumah pada setuju, jadi langsung saja saya daftarkan melalui website-nya. Lanjutkan membaca Pengalaman Pasang Indihome 2020

Secuil Sisa Liburan

Dilihat dari jadwal pada kalender akademik, harusnya kami bisa menikmati liburan tepat selama tiga pekan. Kenyataan berkata lain. Selain ada tugas tambahan, juga ada sisa ‘utang’ pekerjaan yang harus diselesaikan pada triwulan II tahun ini.

Ketika waktu sudah mulai senggang, rekan-rekan kerjaku mengajak untuk jalan-jalan ke kota sebelah. Langsung saja aku iyakan ajakan itu, walaupun pada waktu itu kondisi badanku agak kurang fit. Aku pikir, sedikit ‘pengorbanan’ itu akan setimpal dengan yang aku dapatkan.

Sebagai anak rumahan, pengetahuanku tentang destinasi wisata sangat minim. Aku tidak tahu ke mana persisnya kami tujuan kami. Jadi, aku ngikut saja sama teman teman. Lanjutkan membaca Secuil Sisa Liburan

Tour Jakarta Lagi

Sebagai upaya peningkatan Sumber Daya Manusia tenaga kependidikan dari sekolah yang menerapkan program bla.. bla.. bla…

Mungkin potongan kalimat di atas yang akan aku gunakan sebagai paragraf pembuka laporan resmi untuk kunjungan yang aku lakukan kira-kira sebulan lalu. Memang, tujuan utama dari kunjunganku bulan lalu adalah study tour, tetapi tetap saja seperti yang sudah-sudah: jalan-jalannya lebih banyak. 😀

Ini merupakan kali kedua aku menapakan kaki di Ibu Kota. Sebenarnya kalau disuruh memilih, aku lebih suka kalau diberi liburan di rumah saja. Lumayan, aku bisa punya waktu nonton film sambil blogwalking sana-sini.. Hehe. Karena kunjungan ini memang sudah menjadi bagian tugas negara yang diamanahkan kepadaku, 😛 ya jadi jalani saja..

Foto Monas sengaja aku jadikan featured image pada blogpos kali ini (foto yang di atas), karena Monas merupakan landmark yang banyak dikenal oleh masyarakat secara luas. Jadi biar ada buktinya gitu, kalau aku udah ke Jakarta.. wkwkwk.

SD Negeri 3 Tanah Tinggi Tangerang Selatan
Salah satu sudut sekolah yang kami kunjungi

Setelah kunjungan ke sekolah selesai, agenda selanjutnya yaitu jalan-jalan langsung dilaksanakan. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah pusat perbelanjaan. Mungkin panitia menyadari bahwa sebagian besar peserta adalah ibu-ibu.

Aku yang memang kurang excited dalam jalan-jalan kali ini tidak terlalu mempersiapkan diri untuk mengunjugi objek-objek wisata. “Ke mana dibawa tour guide, aku ikutin aja lah.” Begitu pikirku.

Pantai Ancol menjadi salah satu destinasi yang kami kunjungi. Pada kunjungan dua tahun lalu, aku cuma menikmati pemandangan di kompleks panta Ancol ini. Kali ini, aku naik Gondola.. 😀

Pertama kali ke Ancol gak naik apa-apa, yang kedua naik Gondola, ntar yang ketiga boleh deh kamu naikin aku… #eh

Foto kiriman Kamus Bahasa Rindu (@dnwahyudi) pada

Selain Ancol, kami juga mengunjungi wilayah Kota Tua khususnya kompleks di sekitar Museum Fatahillah. Di sini, aku merasa lumayan tertarik untuk menjelajah objek wisata yang satu ini. Sayangnya kunjungan kami tidak lama karena kunjungan ke wilayah kota tua tidak dijadwalkan.

Sayangnya cuma sebentar…

Video kiriman Kamus Bahasa Rindu (@dnwahyudi) pada

I’ll be back…

Foto kiriman Kamus Bahasa Rindu (@dnwahyudi) pada

Ternyata, kompleks Museum Fatahillah tidak seluas yang aku sangka. Entah bagaimana, kalau lihat di tv atau internet, kompleks museum Fatahillah terasa sangat luas. Mungkin fotografer dan videografer punya teknik khusus sehingga wilayah itu terasa jadi lebih luas ya…

Museum Wayang Jakarta

Masih banyak yang tutup

Entah apa bunyinya

Ternyata mengayuh sepeda 28km seminggu belum memberikan dampak signifikan terhadap bentuk dan lekuk tubuh.. 😀

Kalau ada kesempatan lagi untuk berkunjung dan berwisata, tentu saja aku mau, tapi sepertinya tidak dalam waktu dekat. Semoga ada rejeki lagi buat jalan-jalan ya… dan semoga jalan-jalannya sama kamu.. iya, kamu…. 😀 ??❤