Berkunjung ke Indogreen Environment & Forestry Expo 2018

Entah berkaitan atau tidak , bersamaan dengan Kaltim Fair 2018 yang dilgelar di kompleks Stadion Madya Sempaja Samarinda, juga dilaksanakan Indogreen Environment & Forestry Expo 2018. Acara ini lebih tepatnya dilaksanakan di Samarinda Convention Hall Stadion Madya Sempaja Samarinda.

Jadi, hari Jumat (6 April 2018) lalu, saya berkesempatan untuk berkunjung di acara Indogreen Environment & Forestry Expo 2018 ini. Kunjungan kali ini bukan karena keinginan sendiri, melainkan menjalankan tugas menjaga anak-anak yang diundang untuk menghadiri pameran ini

Walaupun bisa dibilang saya hampir tidak punya kaitan dengan bidang ini, rasanya cukup menyenangkan bisa melihat pameran di bidang lingkungan dan kehutanan ini. Banyak hal-hal menarik yang bisa saksikan.

Seperti pameran-pameran sebelumnya yang pernah saya kunjungi, pameran kali ini diikuti oleh berbagai instansi pemerintah dan juga swasta di bidang lingkungan dan juga kehutanan. Peserta pameran adalah BKSDA dari seluruh Indonesia, Taman Nasional, dan instansi lainnya, juga ada pihak swasta yang bergerak di bidang lingkungan dan kehutanan.

Berikut ini fot-foto dan video dokumentasi yang saya buat. Mohon maaf, video berkualitas rendah karena device dan penyuntingan seadanya.

Suasana pameran

 

Dekorasi sekaligus photo booth yang disediakan oleh panitia

 

Alat yang dipamerkan satuan Pemadam Kebakaran

 

Lebah penghasil madu yang dipamerkan

 

Tempat Makan Enak di Dekat Stasiun Kereta Api di Jakarta

Perut keruyukan waktu baru turun atau mau naik kereta api di Jakarta? Nggak perlu khawatir, karena ada banyak tempat makan enak di dekat stasiun di Ibukota. Kali ini, kita nggak akan membahas satu stasiun saja, tapi tiga stasiun besar yang ada di Jakarta, Pasar Senen, Jakarta Kota dan Gambir.

Dekat Gambir

foto:wikipedia.org

 

Ada banyak pilihan tempat makan lezat dari stasiun yang terletak di jatung Ibukota ini. Beberapa tempat berikut ini bisa jadi pilihan:

Bakmi GM

Tempat makan yang satu ini sangat terkenal di Kota Jakarta dan merupakan salah satu warung bakmi legendaris yang sudah mulai berjualan sejak puluhan tahun lalu. Tidak terhitung berapa banyak pelanggan yang suka mampir ke bakmi GM.

Biasanya, para penumpang kereta api menyantap bakmi yang terletak di Jl Medan Merdeka Timur, tepatnya di dalam kompleks pujasera Stasiun Gambir ini langsung di tempat. Beberapa lainnya memilih untuk dibungkus dan dijadikan bekal selama perjalanan.

Soto Kriuk

Pilihan kuliner lain di sekitar Stasiun Gambir adalah Soto Kriuk yang terletak di dalam kompleks pujasera stasiun. Tidak hanya sekedar makan, kamu juga bisa menikmati iringan lagu dari radio yang diputar di dalam warung Soto Kriuk ini selama menyantap soto. Membuat rasa makanannya menjadi semakin nikmat.

Dapur Babah Elite

Santai menunggu keberangkatan setelah mencetak tiket kereta api di Gambir, nongkrong di Dapur Babah Elite bisa jadi pilihan. Lokasinya berada di Jl Veteran 1 No 18 -19, hanya sekitar 800 meter dari stasiun.

Jika waktu keberangkatanmu masih panjang, santai di sini adalah pilihan terbaik karena tidak hanya menyajikan makanan enak, Dapur Babah Elite juga punya suasana yang etnik dan klasik.

Stasiun Jakarta Kota

foto:kompas.com

Kalau perjalanan kamu dimulai atau diakhiri di Stasiun Jakarta Kota, nggak ada salahnya untuk mampir ke beberapa tempat makan enak berikut ini. Jalanlah sedikit ke kawasan Kota Tua, dan kamu akan dimanjakan dengan berbagai kuliner lezat yang ada di sana. Termasuk beberapa tempat berikut ini:

Historia Food and Bar

Tempat makan ini menjadi lokasi tepat setelah menukarkan tiket kereta api di Stasiun Jakarta Kota. Desain interiornya bergaya Betawi, dan makanannya pun khas Betawi yang belakangan susah ditemui di Jakarta. Bahkan bisa dibilang, kuliner khas Betawi sudah hampir punah keberadaannya.

Kedai Seni Jakarte

Ngidam Soto Betawi atau mau bawa Proffertjes buat keluarga di luar kota. Sebelum kamu berangkat menukarkan tiket kereta api di Stasiun Jakarta Kota, mampirlah ke Kedai Seni Jakarte yang terletak di Kota Tua. Makanan di sini dikenal lezat, tempatnya pun menarik untuk duduk berlama-lama.

Stasiun Pasar Senen

sumber:tirto.id

Kalau kamu sedang berada di kawasan Pasar Senen, beberapa tempat berikut ini bisa jadi pilihan:

Nasi Kapau Iyo

Kalau kamu suka dengan makanan khas Padang, Nasi Kapau Iyo bisa jadi pilihan di sekitar Pasar Senen. Lauknya beragam, bisa langsung dimakan di tempat atau dibungkus sebagai bekal di perjalanan.

Platinum Resto

Tempat makan ini punya menu yang beragam, cocok buat tempat menunggu kereta api bersama keluarga atau sahabat. Menikmati makanan lezat dan suasana nyaman, membuat banyak pengunjung betah di sini.

Riding Minggu Pagi

Supaya naik sepedanya tambah semangat, aku mencoba untuk “mengaitkan” hobiku yang stu ini dengan hobi yang lainnya yaitu blogging. Jadi dibuatlah video ini. Sebuah dokumentasi gak penting dari kegiatanku membakar kalori yang diperoleh dengan uang halal.

Sedikit info, video ini dibuat dengan menggunakan kamera smartphone-ku yaitu Xiaomi Redmi 2 Prime dengan bantuan sebuah holder yang aku pasang pada handlebar sepedaku.

Tercabik oleh Louisa

Membaca adalah salah satu cara kita menggali informasi. Apapun bacaannya, aku menganggap itu bermanfaat untuk menambah wawasan kita. Mulai dari literatur akademik sampai dengan bungkus mie instan Korea, kalau aku mampu menangkap maknanya (terlepas dari apapun bahasa yang digunakan), kemungkinan aku akan membacanya.

Jujur saja, akhir-akhir ini minat bacaku memang agak menurun. Hal ini disebabkan kesibukan (sok sibuk) dan juga lebih menariknya media elektronik untuk disimak.

Untuk meningkatkan minat bacaku, aku berusaha agar tidak terlepas dari buku, karena itu untuk saat ini aku pilih buku fiksi saja.

Jadi sekitar awal tahun 2015, aku membeli buku yang berjudul Little Women karya Louisa May Alcott. Mungkin beberapa dari Anda sudah mengenal buku ini. Aku sudah lama tertarik dengan buku ini karena buku ini memang sangat terkenal dan juga bahkan ada yang menganggapnya sebagai literatur karya sastra modern.

Ini bukuku

Saking suksesnya buku Little Woman ini membuatnya sudah empat kali diangkat menjadi film yaitu pada tahun 1933, 1948, 1978 dan 1994.

Karena aku tidak mau “mengkhianati” buku yang sudah aku beli, aku menahan diri untuk tidak menonton filmnya. Padahal, aku sudah mengunduh film Little Women (yang versi 1994) lebih dari setahun yang lalu.

Pada awal September ini akhirnya aku selesai membaca buku Little Women ini (lama banget, ya). “Finally I wil watch the movie, and having fun”, that’s something I though.

Kembali sedikit ke bukunya. Jadi, pada tahun 1868 buku Little Women mengalami kesuksesan yang sangat besar. Segera saja Louisa May Alcott menerbitkan buku kedua dari kisah keluarga March ini pada tahun selanjutnya yaitu 1869. Buku kedua ini diberi Judul Good Wives. Pada penerbitan tahun-tahun selanjutnya, ada yang menerbitkan buku ini secara terpisah dan ada juga yang menerbitkan secara bundled. Hal tersebut baru aku ketahui baru-baru ini saja, setelah semuanya terlambat, ketika hati dan perasaanku sudah tercabik-cabik oleh cerita Good Wives.

Buku yang aku beli adalah buku dengan versi terpisah yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2014. Hal ini baru aku sadari setelah membaca catatan kecil di akhir buku.

Ternyata ada temannya

Sedangkan film yang dibuat pada tahun 1994 (film yang aku tonton kemarin) adalah film yang ceritanya dibuat dari kedua buku ini (Little Women dan Good Wives). Hal itu yang tidak pernah aku ketahui.

Profil Little Women (1994) di IMDB

Aku merasa sedikit keheranan ketika film baru saja setengah berjalan, tapi cerita yang ditampilkan sudah mencapai akhir buku Little Women. Beberapa saat kemudian aku baru ingat kalau buku Little Women punya sequel yang berjudul Good Wives.

Awalnya aku enjoy saja menonton film ini, sampai pada titik tertentu aku mulai tercabik-cabik.

Aku yang belum membaca buku Good Wives tentu saja belum tahu alur cerita paruh kedua dari film ini. Eskalasi suasana emosional yang dihadirkan pada paruh kedua film Little Women hadir dengan cara yang sangat ekstrem bagiku yang mengingat bahwa buku Little Women menceritakan tentang kehidupan keluarga gadis-gadis muda (kalau tidak dibilang kecil).

Yang ini belum baca. Sumber gramedia.com

Film yang awalnya aku kira hanya menyajikan kisah-kisah penuh nilai kebaikan yang dibawakan oleh gadis-gadis muda ternyata juga menghadirkan kisah intrik khas orang dewasa seiring bertambah dewasanya mereka. Hal ini yang membuat aku benar-benar merasa kecele dan bahkan terombang-ambing secara emosional.

Terlepas dari rasa “tercabik-cabik”-ku, aku menyarankan kepada teman-teman sekalian untuk membaca atau menonton film ini karena cerita yang disajikan penuh dengan nilai-nilai kebaikan.

Nah, bagaimana dengan teman-teman sekalian? Apakah pernah membaca buku atau menonton filmnya? Atau ada rekomendasi film lain yang juga bisa membuat hati tercabik-cabik?

Digusur

Baru-baru ini, image hosting gratisan yang selama ini aku pakai untuk menyimpan gambar yang aku tampilkan di blog ini membuat perubahan kebijakan. Mereka tidak lagi menyediakan layanan third party hosting bagi pengguna dengan akun gratis seperti diriku. Otomatis, blogku ini akan tidak lagi menampilkan gambar.

Mau-tidak mau, aku memang harus menggunakan layanan third party hosting mengingat kapasitas hosting web yang aku pakai sangatlah kecil. Maklum, blogger kelas debu seperti aku belum mampu menyewa layanan inang web dengan harga yang mahal. Itu sebabnya aku harus pintar-pintar mengakali masalah luas space yang aku pakai.

Foto-foto random di photobucket

 

Dalam beberapa hari setelah pengumuman dari photobucket mengenai perubahan kebijakan mereka, tampaknya belum ada perubahan dengan blogku. Hampir semua gambar yang aku inangkan pada layanan mereka masih bisa tampak pada blogku. Namun demikian, jangan sampai gambar sudah hilang, baru kemudian repot cari solusi.

Langkah pertama yang harus ditempuh adalah mencari image hosting alternatif. Untungnya tidak susah mencari website lain yang menyediakan layanan image hosting gratis. Rencananya, semua gambar akan aku pindahkan ke imgbb.com.

Selanjutnya adalah memindahkan semua foto yang ada di photobucket ke imgbb. ungkin, langkah kedua inilah yang akan banyak memakan waktu dan tenaga. Sampai pos ini ditulis, langkah kedua ini masih berupa wacana. Hehe. 😀

Langkah ketiga dan terakhir adalah mengedit ulang semua pos yang menggunakan gambar. Semua url gambar harus diganti, yang asalnya dari photobucket diganti dengan url dari imgbb. Langkah ketiga ini tidak susah hanya perlu kesabaran.

Semoga saja kedepannya imgbb tidak akan mengubah kebijakannya menjadi seperti photobucket, ya… 😀

Tes Konten VR

Salah satu pembaruan terkini dari blog engine wordpress adalah kemampuannya untuk menampilkan konten Virtual Reality (VR). Oleh karena itu, maka dalam pos kali ini aku mau mencoba menempatkan satu foto panorama 360° untuk diuji coba di blogku ini.

Foto diambil menggunakan smartphone dengan aplikasi Cardboard Camera dari Google.

Ini dia fotonya.

View 360

 

View cinema

Dari foto di atas dapat kita ketahui bahwa view 360° hanya cocok untuk foto yang diambil menggunakan kamera 360°, sedangkan jika menggunakan smartphone dengan aplikasi pembuat foto panorama tampilan yang pas adalah tampilan cinema.