Tes Konten VR

Salah satu pembaruan terkini dari blog engine wordpress adalah kemampuannya untuk menampilkan konten Virtual Reality (VR). Oleh karena itu, maka dalam pos kali ini aku mau mencoba menempatkan satu foto panorama 360° untuk diuji coba di blogku ini.

Foto diambil menggunakan smartphone dengan aplikasi Cardboard Camera dari Google.

Ini dia fotonya.

View 360

 

View cinema

Dari foto di atas dapat kita ketahui bahwa view 360° hanya cocok untuk foto yang diambil menggunakan kamera 360°, sedangkan jika menggunakan smartphone dengan aplikasi pembuat foto panorama tampilan yang pas adalah tampilan cinema.

Astramatika-Unmul.com: Pengumuman Astramatika XXIV 2017

Berdasarkan hasil babak penyisihan Astramatika XXIV Tahun 2017, maka diumumkan tim-tim yang masuk ke babak selanjutnya (semifinal) adalah 12 (dua belas) yang memiliki nilai tertinggi di setiap jenjangnya. Hal ini sesuai dengan peraturan Astramatika XXIV yang diumumkan pada saat Technical Meeting pada tanggal

Penentuan semifinalis dilihat dari total skor Tes Tahap I dan Tes Tahap II. Bila ada dua atau lebih tim yang memiliki tottl skor yang sama, maka akan dilihat skor pada Tes Tahap II (tes kelompok). Bila tes kelompok juga sama, maka akan dilihat peserta dengan rata-rata usia paling muda.

Babak semifinal akan dilaksanakan pada tanggal 16 dan 17 maret 2017. Pada setiap babak semifinal , akan bertanding 6 tim yang kemudian akan didapatkan 3 tim yang akan masuk ke babak final. Penentuan suatu tim masuk ke semifinal 1 atau semifinal 2 dilakukan dengan cara diundi.

Babak final tingkat SD, SMP dan SMA dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2017.

Babak semifinal dan final memiliki format yang sama, di mana terdapat 3 putaran, yaitu soal wajib, soal keterampilan dan soal rebutan.

Putaran pertama adalah pemberian soal wajib di mana setiap tim memiliki kesempatan dan waktu yanng sama untuk mengerjakan soal yang diberikan. Jawaban ditulis di kertas, kemudian juri akan menilainya.

Putaran kedua adalah soal keterampilan. Pada putaran kedua, peserta menjawab soal dengan alat peraga.

Putaran ketiga adalah soal rebutan. Peserta menjawab pertanyaan yang dibacakan, kemudian menjawab dengan adu cepat tepat dengan tim lain. Jawaban salah akan diiberi penalti -50 dan jawabn benar mendapat skor 100.

Pemenang akan ditentukan dengan total skor yang didapatkan pada putaran 1, 2 an 3. Apabila ada tim yang memiliki skor yang sama, penentuan pemenang akan dilakukan dengan cara diberikan soal rebutan.

Untuk melihat semifinalis SD, sila klik disini.

Untuk melihat semifinalis SMP, sila klik di sini

Untuk melihat semifinalis SMA, sila klik di sini

*)Disclaimer: dnwahyudi.com tidak berafiliasi/terkait dengan Panitia Astramatika XXIV Tahun 2017, HIMAPTIKA ataupun Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mulawarman.

Pendidikan Dasar Berujung Maut(???)

Dalam beberapa hari terakhir, berita media elektronik dan daring ramai dengan pemberitaan tentang tewasnya tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yang mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam). Ketiga mahasiswa tersebut diduga tewas karena kekerasan yang dilakukan saat mengikuti Diksar Mapala UII.

Foto dari sini >> Klik

Peribahasa mengatakan: seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi kita terkejut dan merasa geram dengan kejadian ini, namun di sisi lain kita tidak merasa heran dengan kejadian seperti ini. Kekerasana berujung maut yang berdalih bagian dari pendidikan sudah beberapa kali terjadi di Indonesia.

Ngomong-ngomong soal kekerasan dalam dunia pendidikan, jadi ingat pengalaman waktu sekolah dulu. Jadi, di sekolah saya dulu selalu ada masa orientasi siswa untuk siswa baru. Dalam pelaksanaan orientasi tersebut selalu terjadi kekerasan verbal (walau gak main fisik, tetap aja kekerasan, kan ya..).

Panitia senior yang disebut tim PD (Penegak Disiplin) akan datang ke kelas pada suatu hari saat masa orientasi siswa. Mereka akan “mencari-cari” kesalahan siswa baru. Di situ, kadang saya merasa sedih mereka akan melakukan ‘penegakan kedisiplinana’ dengan cara mebentak-bentak kita.

Saya dulu juga termasuk korban tindakan itu, tapi syukurlah ada sedikit obat psikis karena saya berhasil nabok muka salah satu anggota Tim PD (cerita detailnya mungkin akan saya tulis di lain kesempatan).

Kalau saya tidak salah ingat, pada tahun 2007 ada siswa baru yang berani membawa masalah ini keluar. Dia diwawancari koran dan menyebutkan hal-hal tentang tim PD. Walaupun gak sempat bikin heboh, tapi (sepertinya) hal ini sempat membuat guru-guru pembina OSIS ketar-ketir.. Hehe..

Tidak jauh berbeda dengan masa SMA, waktu masuk perguruan tinggi aku juga mengalami bullying dengan legitimasi perkenalan institusi. Dibentak-bentak, disuruh ini itu dan lainnya. Untungnya hal yang aku alami masih dalam batas kewajaran.

Lain lagi cerita teman saya yang berkuliah di salah satu Perguruan Tinggi di Kota Surabaya. Di kampusnya, teman saya ini mengalami satu tahun penuh bullying oleh kakak tingkatnya. Detail peristiwanya tidak banyak dia ceritakan, mungkin dia merasa sudah ternoda menganggap hal yang dialaminya masih dalam batas kewajaran. Satu hal yang dia ceritakan cuma disuuruh menyebrang danau kampus bersama teman sekelompoknya sambil menggotong seorang temannya yang lain yang harus dijamin kebersihannya.

Nah, itu dia sedikit pengalaman saya tentang kekerasan dan bullying di dunia pendidikan. Jika berkenan, pembaca sekalian bisa membagikan cerita pengalaman melalui kolom komentar. ?

Tour Jakarta Lagi

Sebagai upaya peningkatan Sumber Daya Manusia tenaga kependidikan dari sekolah yang menerapkan program bla.. bla.. bla…

Mungkin potongan kalimat di atas yang akan aku gunakan sebagai paragraf pembuka laporan resmi untuk kunjungan yang aku lakukan kira-kira sebulan lalu. Memang, tujuan utama dari kunjunganku bulan lalu adalah study tour, tetapi tetap saja seperti yang sudah-sudah: jalan-jalannya lebih banyak. 😀

Ini merupakan kali kedua aku menapakan kaki di Ibu Kota. Sebenarnya kalau disuruh memilih, aku lebih suka kalau diberi liburan di rumah saja. Lumayan, aku bisa punya waktu nonton film sambil blogwalking sana-sini.. Hehe. Karena kunjungan ini memang sudah menjadi bagian tugas negara yang diamanahkan kepadaku, 😛 ya jadi jalani saja..

Foto Monas sengaja aku jadikan featured image pada blogpos kali ini (foto yang di atas), karena Monas merupakan landmark yang banyak dikenal oleh masyarakat secara luas. Jadi biar ada buktinya gitu, kalau aku udah ke Jakarta.. wkwkwk.

SD Negeri 3 Tanah Tinggi Tangerang Selatan
Salah satu sudut sekolah yang kami kunjungi

Setelah kunjungan ke sekolah selesai, agenda selanjutnya yaitu jalan-jalan langsung dilaksanakan. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah pusat perbelanjaan. Mungkin panitia menyadari bahwa sebagian besar peserta adalah ibu-ibu.

Aku yang memang kurang excited dalam jalan-jalan kali ini tidak terlalu mempersiapkan diri untuk mengunjugi objek-objek wisata. “Ke mana dibawa tour guide, aku ikutin aja lah.” Begitu pikirku.

Pantai Ancol menjadi salah satu destinasi yang kami kunjungi. Pada kunjungan dua tahun lalu, aku cuma menikmati pemandangan di kompleks panta Ancol ini. Kali ini, aku naik Gondola.. 😀

Pertama kali ke Ancol gak naik apa-apa, yang kedua naik Gondola, ntar yang ketiga boleh deh kamu naikin aku… #eh

Foto kiriman Kamus Bahasa Rindu (@dnwahyudi) pada

Selain Ancol, kami juga mengunjungi wilayah Kota Tua khususnya kompleks di sekitar Museum Fatahillah. Di sini, aku merasa lumayan tertarik untuk menjelajah objek wisata yang satu ini. Sayangnya kunjungan kami tidak lama karena kunjungan ke wilayah kota tua tidak dijadwalkan.

Sayangnya cuma sebentar…

Video kiriman Kamus Bahasa Rindu (@dnwahyudi) pada

I’ll be back…

Foto kiriman Kamus Bahasa Rindu (@dnwahyudi) pada

Ternyata, kompleks Museum Fatahillah tidak seluas yang aku sangka. Entah bagaimana, kalau lihat di tv atau internet, kompleks museum Fatahillah terasa sangat luas. Mungkin fotografer dan videografer punya teknik khusus sehingga wilayah itu terasa jadi lebih luas ya…

Museum Wayang Jakarta
Masih banyak yang tutup
Entah apa bunyinya
Ternyata mengayuh sepeda 28km seminggu belum memberikan dampak signifikan terhadap bentuk dan lekuk tubuh.. 😀

Kalau ada kesempatan lagi untuk berkunjung dan berwisata, tentu saja aku mau, tapi sepertinya tidak dalam waktu dekat. Semoga ada rejeki lagi buat jalan-jalan ya… dan semoga jalan-jalannya sama kamu.. iya, kamu…. 😀 ??❤

Tips Mengikuti Astramatika XXIV Tahun 2017

Astramatika sebagai ajang bergengsi kompetisi matematika tingkat SD, SMP/sederajat dan SMA/sederajat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara akan digelar dalam beberapa minggu lagi. Kompetisi tahunan ini biasanya digelar pada bulan Februari sampai dengan Maret.

Anda sebagai calon peserta tentu mengharapkan hasil yang maksimal pada saat mengikuti Kompetisi bergengsi ini. Berbagai macam persiapan perlu dilakukan agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Beberapa tips berikut ini mungkin dapat membantu Tim Anda meraih hasil yang maksimal.



1. Persiapkan tim Anda secara fisik, mental, spiritual dan finansial.
2. Bentuk Tim yang kompeten jauh-jauh hari sebelum Astramatika XXIV Tahun 2017 dilaksanakan.
Tim yang dipilih bukan hanya siswa sebagai peserta. Yang tidak kalah penting adalah pelatih/guru pendamping, dan juga guru lain yang membantu proses lainnya dalam hal mengikuti Astramatika XXIV Tahun 2017 ini.
(Mungkin tips yang satu ini sudah telat untuk dilaksankan pada saat ini. )
3. Latihan soal khas Olimpiade Matematika.
Soal-soal pada Astramatika XXIV tahun 2017 bukanlah soal yang setara dengan soal ujian nasional. Soal yang diberikan lebih kompleks dan menuntut siswa untuk benar-benar memahami konsep matematika, bukan sekedar menyelesaikan soal, seperti yang pembelajaran yang Anda dapatkan di bimbingan belajar biasa. Anda bisa mencari dan download soal-soal khas Astramatika di beberapa blog atau website yang menyediakannya.
4. Rileks, ikuti prosesnya dengan santai.
Jangan jadikan keikutsetaan Anda dalam Astramatika XXIV Tahun 2017 ini sebagai beban, sebaliknya jadikanlah kegiatan ini sebagai pengalaman menyenangkan yang akan berguna bagi Anda di masa yang akan datang.

Demikian tips yang dapat saya berikan. Semoga Tima Anda bisa meraih hasil yang maksimal pada Astramatika XXIV tahun 2017 .

Mungkin Anda tertarik untuk membaca >> Pendaftaran Online Astramatika

Tak ‘Kan Kulewatkan

Dua atau tiga tahun yang lalu, baru ngerti kalau ada yang namanya Hari Blogger Nasional. Katanya sih, Hari Blogger Nasional dicanangkan oleh Menteri Kominfo (lupa, siapa yang menjabat waktu itu) secara spontan. Waktu itu, ada event yang di buka oleh Pak Menteri di mana banyak blogger yang diundang dan berpartisipasi. Dalam pidato sambutan beliau, Pak Menteri secara spontan mencanangkan hari itu sebagai hari Blogger Nasional. Mengenai detail sejarah acara dan tokohnya, sila di-google sendiri deh.

Jadi pada kesempatan kali ini, saya cuma tidak mau melewatkan event #HariBloggerNasional tanpa mengeposkan tulisan di blog kesayangan ini. Walau isinya kurang bermanfaat, pokoknya harus ada tulisan di hari penting ini. Hehe…

Gambar yang tidak ada hubungannya dengan tema tulisan
Gambar yang tidak ada hubungannya dengan tema tulisan

Memang, akhir-akhir ini ide menulis terasa sangat kering. Dalam beberapa waktu terakhir, aku cuma menulis sebulan sekali, berbeda sekali dengan waktu awal blog ini lahir. Dalam sebulan, aku bisa menulis sampai delapan tulisan.

Sepertinya aku perlu untuk kembali meluruskan niat dalam blogging, agar kegiatan blogging ini bisa lebih terarah dan produktif.

Selama ini, kalau ditanya apa alasan blogging biasanya aku menjawab dengan beberapa hal di bawah ini:

  • Dapat uang dari google adsense

Siapa yang gak mau duit (ngaku aja, terus transfer ke rekeningku), apalagi duit yang datang “tanpa modal”, setidaknya begitu kesan awal yang kudapat ketika tahu bahwa “hanya” dengan menulis di blog bisa dapat duit. Kenyataannya, untuk mendapatkan penghasilan dari adsense tidak semudah yang dibayangkan.

  • Jadi terkenal

Karena jadi artis susah, siapa tahu aku bisa terkenal lewat tulisanku.

  • Jadi penulis fiksi

Dulu mikirnya, kalau rajin ngeblog pasti suatu saat akan bisa menghasilkan satu karya fiksi yang bisa bikin aku kaya seperti JK Rowling atau kawan-kawannya (pret).

Melatih kemampuan bahasa

Nah, kalau yang ini mungkin bisa dibilang ada hasilnya. Aku yang termasuk lemah dalam bersosialisasi dan mengalami social anxiety, sangat lemah dalam bahasa verbal. Dengan latihan menulis, setidaknya kemampuanku yang lemah dalam berkomunikasi secara verbal bisa tertolong dengan kemampuan komunikasi tertulis. Selain itu, menulis juga membantu meningkatkan kemampuan komunikasi verbalku.

Mungkin, aku tidak akan menjadi blogger/penulis terkenal, tetapi paling tidak suatu hari di masa yang akan datang anak cucuku akan tahu aku ngapain aja saat ada waktu luang. Mereka akan tahu bahwa kalau sedang ada waktu senggang, aku tidak melakukan hal negatif (ah, mereka gak tahu aja.. 😀 )