Ulang Tahun Samarinda!!!

Walau secara administratif aku adalah warga Kutai Kartanegara, namun secara sosio-kultural aku menganggap diriku sebagai warga Samarinda. Gimana enggak, hampir sejak lahir sampai resmi jadi pengangguran aku beraktivitas di Samarinda.

Jadi sebagai warga Samarinda sosio-kultural, aku seperti warga Samarinda administratif juga ingin mengucapkan selamat Ulang Tahun kepada (pemerintah) Kota Samarinda.. :mrgreen:

Saat di SMP dulu, di mata pelajaran komputer, kami pernah diberi artikel untuk diketik ulang. Artikel itu menceritakan sejarah singkat kota Samarinda. Dari artikel itu aku jadi tahu kalau ulang tahun Samarinda dirayakan pada tanggal 21 Januari, walau sebenarnya 21 Januari adalah ulang tahun Pemerintah Kota Samarinda.

Selain dari artikel pelajaran komputer, Ulang Tahun Kota Samarinda juga mudah diingat olehku karena dulu, Ulang Tahun Kota Samarinda dirayakan dengan pawai. Aku sebagai salah satu anggota Drum Band SMP Negeri 1 Samarinda, dua kali berturut-turut mengikuti pawai tersebut. Sayangnya, sekarang sudah tidak ada pawai lagi saat Ulang Tahun Kota Samarinda.

Gambar dari wikipedia (klik!)

Akhir kata, Selamat Ulang Tahun (Pemerintah) Kota Samarinda. Semoga Samarinda semakin menjadi kota yang TEPIAN… 😀

Jalan Tembus Aminah Syukur

Jalan Tembus Aminah Syukur – Jalan Aminah Syukur kota Samarinda adalah salah satu jalan yang berada di tempat yang bisa disebut daerah sibuk di kota Samarinda. Jalan ini terdapat di wilayah Kecamata Samarinda Ilir.

Jalan Aminah Syukur menghubungkan Jalan Arief Rahman Hakim di sisi utaranya, dan Jalan Pangeran Hidayatullah di sisi selatan. Jalan Cut Meutia juga merupakan jalan tembus ke Jalan Aminah Syukur.

Bagi yang bersekolah di SMP 34 Samarinda atau SMK 7 Samarinda pasti tahu betul seluk beluk Jalan Aminah Syukur. Bagi yang sering nongkrong di SCP atau Aston Samarinda Hotel & Convention Center juga pasti tahu Jalan Aminah Syukur.

Selain SMP 34 Samarinda dana SMK 7 Samarinda, juga ada SD Negeri 16 Samarinda Ilir di Jalan Aminah syukur. Beberapa toko juga ada di Jalan Aminah Syukur. Kalau saya tidak salah ingat, juga ada sebuah cafe di Jalan Aminah Syukur.

Selain jalan-jalan yang disebutkan sebelumnya, Jalan Aminah Syukur juga terhubung dengan beberapa gang.  Gang 3, Gang 4, Gang 5, Gang 5A, Gang 6, Gang 7, Gang 8, Gang 9, Gang 10 dan Gang 11 merupakan jalan tembus Aminah Syukur. Semua gang tersebut menghubungkan Jalan Aminah Syukur dengan Jalan Muso Salim.

Jalan Aminah Syukur adalah jalan satu arah. Kendaraan hanya diperkenankan melintasi Jalan Aminah Syukur dari utara ke selatan. Hal tersebut disebabkan padatnya arus lalu lintas di Jalan Aminah Syukur dan juga di jalan-jalan sekitarnya.

Setiap harinya dari pagi hingga malam hari, Jalan Aminah Syukur sangat ramai kendaraan. Ramainya kendaraan yang melintasi Jalan Aminah Syukur karena jalan ini terletak di daerah pusat kegiatan ekonomi kota Samarinda.

Apabila hendak mengunjungi SCP, saya sendiri lebih memilih rute yang melalui Jalan Aminah Syukur daripada rute lain. Rute lainnya, seperti rute yang melalui Jalan Diponegoro atau Jalan Mulawarman biasanya sangat pada dengan kendaraan.

Di bawah ini saya sertakan foto yang memuat lokasi Jalan Aminah Syukur Samarinda. Foto ini saya ambil dari Google Maps.

aminah syukur

Pelatihan Vertikultur dan Tabulampot

Hari minggu yang lalu, aku diajak teman untuk mengikuti paltihan budidaya buah dan sayur dengan teknik vertikultur dan tabulampot. Acara pelatihan ini diselenggarakan olah Rumah Zakat di lingkungan rumah dinas Wali Kota Samarinda.

Di dalam ruang itu dipajang foto-foto Walikota Samarinda dari yang pertama sampai yang sekarang. Aku gak hapal siapa aja beliau beliau… 😳

 Acara dibuka dengan penampilan Galau Voice (sorry kalau salah tulis namanya ya, Om..).

Pembicara pada acara ini adalah Ibu Ratih Wirapuspita, SKM, MPH dan Bapak Agus Supriyono, SP. Pembicara pertama menyampaikan pentingnya gizi seimbang bagi kesehatan kita, dilanjutkan oleh Bapak Agus yang memberikan penjelasan mengenai vertikultur dan tabulampot.


Acara dilanjutkan setelah makan siang dan sholat dzuhur. Pada sesi kedua ini, Pak Agus mem-praktekan cara membuat tabulampot dan teknik vertikultur. Di bawah ini adalah beberapa bahan yang digunakan.

MPK. Salah tulis, harusnya NPK

Nah, ini dia tanaman yang lumayan menarik perhatian peserta. Pohon jeruk pamelo di dalam pot.

Banyak peserta yang antusias mengikuti acara pelatihan in. Kalau aku sih, mencoba untuk fokus dan tetap membuka mata.

Acara belum selesai, tapi aku udah pulang karena ngantuk. Sorry kalau ada yang penasaran bagaimana akhir cerita (Reportase yang aneh).

#bloGodok #01: Masih Malu-malu

Sebuah wadah untuk saling bertukar resep, mengolah bumbu, memasak, dan saling mencicipi blog warga Samarinda telah diselenggarakan di Warung Informatika Etam Kaltim, Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur sore tadi. Nih, sedikit fotonya…

Belum mulai, peserta sepi

Mungkin karena baru pertemuan pertama, pesertanya masih malu-malu (terutama yang belum punya blog). Aku juga malu-malu sih, padahal kan biasanya gak tahu malu atau malah bikin malu.

Wawan malu-malu difoto

Foto di atas adalah peserta yang aku ajak untuk ikutan di #bloGodok yang pertama ini. Tumben dia ada waktu. Biasanya sibuk shooting sinetron.

Disepakati #bloGodok akan dilaksanakan dua minggu sekali. Nah, bagi blogger Samarinda yang pengen ikutan langsung aja ikut.

Gak sabar #bloGodok #02 yang pastinya bakal lebih seru dari #01 yang masih malu-malu..

😀

Kebun Karet

Hari minggu kemarin, aku berasama Bapak pergi kebun karet yang ada di dekat kampung halaman Ibu, tepatnya di Desa Loleng Kecamatan Kota Bangun. Di sana, kami mau menyemprot rumput menggunakan herbisida.

Perjalanan memakan waktu lebih dari empat jam. Sebenarnya, kalau jalannya bagus mungkin bisa kurang dari empat jam. Perjalanan juga jadi lebih lama karena barang bawaan kami yang lumayan banyak.

Begitu sampai, Bapak langsung mengambil air di lokasi yang gak begitu jauh sementara aku nongkrong sebentar sambil foto-foto pemandangan sekitar.

DSC01794
Pemandangan

 Selain pemandangan, aku juga mengambil gambar beberapa foto kecil dengan mode scene makro.

Beberapa foto makro lain yang aku ambil bisa teman-teman lihat di sini >> flickr yudi.

Man In Blue

Setelah tiga kali mengisi ulang tangki penyemprot, kami istirahat dan makan siang. Kami duduk di bawah kanopi yang terbentuk dari batang pohon yang sudah mati dan di atsanya tumbuh rumput menjalar. Lumayan bagus kanopinya.. 😀

Kanopi dilihat dari bawah

 Di kanopi itu, aku juga ketemu tongkatnya Bellattrix Lestrange..

😆

Tongkatnya Belatrix Lestrange

Sudah beberpa menit, baru sadar kalau di kanopi itu ada sarang semutnya. Pantas aja dari tadi banyak semut.

Sarang Semut

Gak lupa untuk menyempatkan diri narsis sebelum pulang..

😀

Narsis dulu

Pesona Tersembunyi Tanah Borneo

Waktu berhasil dapat lokasi KKN di Samarinda, aku benar-benar merasa beruntung. Beruntung karena gak usah repot-repot urus ini itu, bawa perbekalan ini itu, gak bikin cemas orang tua karena lokasi jauh, dan lain sebagainya. Aku juga benar-benar beruntung saat mendapat teman-teman yang asik di kelompok KKN-ku.

Sepertinya, perasaan itu agak “bergeser” ketika KKN selesai. Banyak cerita dari teman-teman yang lokasi KKN-nya di luar Samarinda yang tidak kalah serunya. Salah satunya adalah teman PPL-ku, Nurul.

Jadi ceritanya begini. Beberapa bulan yang lalu, Nurul meminta bantuanku untuk membuat video media pembelajaran yang akan digunakan di penelitiannya (sayangnya, waktu itu aku gagal karena laptopku error). Di situ dia utak atik laptopnya dan menunjukkan beberapa foto dari tempat KKN-nya.

Aku agak terkejut ternyata di Kalimantan Timur ada air terjun yang begitu indah, tidak kalah dengan air terjun-air terjun yang ada di daerah lainnya.

Air terjun ini terletak di Kabupaten Kutai Barat. Waktu itu, lokasi KKN mereka ada di Kecamatan Melak, kemungkinan air terjun ini juga berada di Kecamatan yang sama (lupa ditanyakan detail lokasinya).

Air terjun yang tinggi ini namnya Jantur Inaar. Benar-benar seru deh kayaknya, kalo foto-foto di situ

Seru fotonya..!

 Nah, ini ada satu lagi air terjunnya. Aku lupa namanya apa. Air terjun yang satu ini gak kalah seru karena mereka bisa berenang di situ…!

.

Di bawahnya ada kolam..!!

Ada tiga air terjun yang diknjungi oleh Nurul dan teman-teman KKN-nya, yang satu lagi gak ada fotonya. Oh, iya. Menurut Nurul, tempat ini belum ada yang mengelola. Mungkin, karena belum banyak pengunjungnya.

Nah, inilah yang bikin aku agak iri kepada teman-teman yang KKN di daerah-daerah yang ternyata memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Aku benar-benar berharap suatu saat nanti aku bisa mengunjungi tempat ini dan tempat-tempat lain yang ada di Benua Etam ini.