Pelatihan Vertikultur dan Tabulampot

Hari minggu yang lalu, aku diajak teman untuk mengikuti paltihan budidaya buah dan sayur dengan teknik vertikultur dan tabulampot. Acara pelatihan ini diselenggarakan olah Rumah Zakat di lingkungan rumah dinas Wali Kota Samarinda.

Di dalam ruang itu dipajang foto-foto Walikota Samarinda dari yang pertama sampai yang sekarang. Aku gak hapal siapa aja beliau beliau… 😳

 Acara dibuka dengan penampilan Galau Voice (sorry kalau salah tulis namanya ya, Om..).

Pembicara pada acara ini adalah Ibu Ratih Wirapuspita, SKM, MPH dan Bapak Agus Supriyono, SP. Pembicara pertama menyampaikan pentingnya gizi seimbang bagi kesehatan kita, dilanjutkan oleh Bapak Agus yang memberikan penjelasan mengenai vertikultur dan tabulampot.


Acara dilanjutkan setelah makan siang dan sholat dzuhur. Pada sesi kedua ini, Pak Agus mem-praktekan cara membuat tabulampot dan teknik vertikultur. Di bawah ini adalah beberapa bahan yang digunakan.

MPK. Salah tulis, harusnya NPK

Nah, ini dia tanaman yang lumayan menarik perhatian peserta. Pohon jeruk pamelo di dalam pot.

Banyak peserta yang antusias mengikuti acara pelatihan in. Kalau aku sih, mencoba untuk fokus dan tetap membuka mata.

Acara belum selesai, tapi aku udah pulang karena ngantuk. Sorry kalau ada yang penasaran bagaimana akhir cerita (Reportase yang aneh).

Kebun Karet

Hari minggu kemarin, aku berasama Bapak pergi kebun karet yang ada di dekat kampung halaman Ibu, tepatnya di Desa Loleng Kecamatan Kota Bangun. Di sana, kami mau menyemprot rumput menggunakan herbisida.

Perjalanan memakan waktu lebih dari empat jam. Sebenarnya, kalau jalannya bagus mungkin bisa kurang dari empat jam. Perjalanan juga jadi lebih lama karena barang bawaan kami yang lumayan banyak.

Begitu sampai, Bapak langsung mengambil air di lokasi yang gak begitu jauh sementara aku nongkrong sebentar sambil foto-foto pemandangan sekitar.

DSC01794
Pemandangan

 Selain pemandangan, aku juga mengambil gambar beberapa foto kecil dengan mode scene makro.

Beberapa foto makro lain yang aku ambil bisa teman-teman lihat di sini >> flickr yudi.

Man In Blue

Setelah tiga kali mengisi ulang tangki penyemprot, kami istirahat dan makan siang. Kami duduk di bawah kanopi yang terbentuk dari batang pohon yang sudah mati dan di atsanya tumbuh rumput menjalar. Lumayan bagus kanopinya.. 😀

Kanopi dilihat dari bawah

 Di kanopi itu, aku juga ketemu tongkatnya Bellattrix Lestrange..

😆

Tongkatnya Belatrix Lestrange

Sudah beberpa menit, baru sadar kalau di kanopi itu ada sarang semutnya. Pantas aja dari tadi banyak semut.

Sarang Semut

Gak lupa untuk menyempatkan diri narsis sebelum pulang..

😀

Narsis dulu