Ruang Kosong

Ruangan itu tampak seperti gudang. Dinding-dindingnya dibuat tanpa memperhatikan keindahannya, namun tidak mengabaikan fungsi dan kekuatan setiap bagian-bagina bangunan itu.

Jika dibangun di atas tanah, mungkin ruangan itu akan nampak sangat aneh. Bangunan berlantai tiga yang berdiri, tanpa hiasan dan tanpa jendela. Seolah bangunan itu dibangun bukan untuk ditinggali dalam jangka waktu yang lama. Keanehan itu ditambah lagi dengan tidak ditemukannya tangga yang menghubungkan lantai demi lantai pada bangunan itu.

 “Pasti ada pintu rahasia di sini,” kata Ali

“Bagaimana kau tahu itu?” tanya Leo

“Kita tadi melihat mereka ada di dalam ruangan ini, bukan? Sekarang ketika kita sudah berhasil masuk, mereka semua menghilang.” Sambung Ali

“Ya. Benar juga katamu,”

“Teman-teman, perhatikan setiap bagian di dinding dan lantai. Mungkin saja ada tombol, atau tuas yang dapat membuka sebuah pintu rahasia di ruangan ini”.

Mereka semua mencari-cari sesuatu yang dimaksud oleh Ali, walau mereka sebenarnya tidak tahu apa yang mereka cari.

 Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara-suara aneh. Suara itu seperti suara kembang api yang diluncurkan, hanya saja lebih panjang dan tanpa suara ledakan yang mengakhirinya.

 Mereka semua melihat ke arah luar. Tampak di langit sebelah timur sesuatu yang menuju angkasa. Hanya dengan melihat sekilas saja mereka yakin itu adalah sebuah roket.

 Terdengar suara hentakan beberapa kali dari lantai di bawah mereka. Sepertinya ada yang mencoba mendobrak lantai yang rapat itu. Beberapa detik kemudian hentakan  itu berhenti ketika akhirnya seseorang atau sesuatu di bawah sana berhasil melubangi lantai.

 Ali dan lainnya dengan perlaha melihat ke arah dalam lubang di lantai. Tiba-tiba saja muncul seseornag dengan pakaian aneh mengcungkan sebuah senjata dan berteriak “Mundur semua..!!”

 *To be continued (kalo ada minat nyambungin)*