Menanti Rocky Balboa Pilkada

Hari ini bangsa Indonesia melaksanakan Pilkada serentak secara nasional. Pelaksanaan pilkada serentak ini tentu membawa warna berbeda dalam hampir setiap aspek pelaksanaannya.

Gaung mengenai adanya “calon boneka” sangat kental mengiringi pilkada serentak ini. Isu ini tidak terhindarkan karena memang ada beberapa daerah di Indonesia di mana politik dinasti dan aristokrasi masih sangat jelas terasa.

Diriku yang suka baper kalo nonton film drama, kali ini jadi mengkhayal liar bagaimana kalau calon boneka ini benar-benar ada. Khayalanku berlanjut lebih keras ketika mengingat alur cerita film Rocky I dan Rocky II.

Bagi yang belum pernah nonton film Rocky I dan II, aka saya ceritakan sedikit bagaimana alur ceritanya.

Dikisahkan Apollo Creed (Carl Weathers) adalah seorang petinju dengan prestasi yang sangat gemilang. Tidak ada lagi petinju yanng setara dengannya. Agar dapat menyajikan tontonan yang menarik, ia menginginkan sesuatu yang baru dalam pertandingan tinju selanjutnya.

Tim dari Apollo Creed kemudian merencanakan pertandingan yang tidak biasa. Mereka ingin memilih lawan tanding petinju yang tidak terkenal, namun lebih jauh muda dibanding dengan Apollo Creed untuk membuktikan kehebatan Apollo Creed. Maka, terpilihlah Rocky Balboa (Sylvester Stallone).

Singkat cerita, Rocky ternyata dapat memberikan perlawanan yang tangguh kepada Apollo. Pertandingan mereka berakhir dengan hasil seri. Bahkan, pada pertandingan rematch (film Rocky II) akhirnya Rocky mampu mengalahkan Apollo Creed.

Jadi, aku berandai-andai kalau saja ternyata ada calon boneka yang menang, apa yang akan terjadi ya… Apakah yang kalah akan minta rematch ke MK. Bagaimana hiruk pikuk penonton media masa? Kita nantikan saja Sang Rocky Balboa di Pilkada… 😀