Gak Ngefek

Biasanya saat aku kehabisan ide tema apa yang akan aku tulis, aku akan melakukan blogwalking. Hitung-hitung lumayan lah buat nambah pengetahuan. Traffic juga bisa nambah kalau dapat kunjungan balik.

Nah, jadi beberapa hari yang lalu aku blogwalking. Ada salah satu blog yang menggunakan TLD ternyata adalah blog yumblr. Dari situ aku baru tahu kalau tumblr bisa dipasang custom domain. Selidik punya selidik ternyata bisa juga pakai subdomain.


Karena subdomain yang disediakan hosting yang aku pakai gak terbatas, aku pakai aja untuk tumblr-ku. Aku pikir, kalo pakai cutom domain/subdomain pasti akan mudah diingat orang, kalau aku mempromosikan tumblr-ku. Langsung dah aku ikutin langkah-langkah yang disebutkan di tumblr. Besoknya, aku cek tumblr-ku dan udah terpasang subdomain-ku.

Krik.. krik… krik…

Gak lama kemudian aku cekikikan sendiri. Alamat tumblr-ku yang sebelumnya adalah dnwahyudi.tumblr.com aku ubah menjadi tumblr.dnwahyudi.com. Kalu dilihat-lihat, ini cuma menggeser kata. Alamat yang baru sama aja dengan yang lama, bedanya cuma dikit. 😀

Sarung Trap

Setiap sholat jumat, aku selalu cari posisi shaf yan enak. Enak untuk mendengarkan khutbah dan enak untuk sholatnya itu sendiri. Lalu bagaimanakah posisi yang enak itu? Kalau menurutku ada dua syarat, yaitu kena angin dari kipas angin dan tidak duduk di belakang bapak-bapak yang menggunakan sarung.

Ya. Duduk di belakang bapak-bapak bersarung sungguh sama sekali gak enak bagiku. aku gak suka duduk di belakang bapak-bapak bersarung karena khawatir kepalaku nyangkut di sarungnya saat bangun dari sujud.

Sarung cap Gajah Bungkuk
Sarung cap Gajah Bungkuk

Kekhawatiranku bukan tanpa alasan. Biasanya di masjid-masjid yang jamaahnya banyak, pengaturan jarak sajadah terlalu dekat. Tidak ada jarak antara sajadah di depan dengan yang di belakangnya. Hal ini benar-benar bikin aku khawatir.

Selain alasan di atas, aku merasa khawatir karena aku memang pernah mengalaminya. Ya, kepalaku yang sering dipakai untuk memikirkan nasib bangsa ini pernah masuk ke sarung orang.

Kejadian itu terjadi waktu aku masih SD, kira-kira dua belas tahun yang lalu.

Aku masih ingat betul, waktu itu bulan puasa.Waktu itu, aku mau melaksanakan sholat tarawih. Musholla masih kosong, aku langsung melaksanakan shalat tarawih. Belum selesai sholat, datanglah salah seorang warga. Bapak ini penyandang tuna netra. Beliau diantar masuk musholla oleh anak kecil yang tadinya bermain di luar musholla. Sayangnya, anak ini tidak tuntas menjalankan niat baiknya mengantar Bapak tersebut. Beliau berdiri tepat di depan aku yang lagi sholat. Jaraknya terlalu dekat. Nah, di sinilah prahara itu terjadi. Bapak itu menggunakan sarung dengan agak melebar di bagian bawahnya. Jadi, waktu aku bangun dari sujud, kepalaku nyangkut di sarung gitu deh.

Bagaimana dengan sobat? Apakah Anda berminat kepalanya nyangkut di sarung?

Cakra KW

Beberapa hari yang lalu, sertelah dari perpustakaan aku sempatkan makan di warung ayam gepuk di daerah jalan Pramuka Samarinda. Menurutku, ayam gepuk di situ rasanya lumayan enak, walau gak terlalu istimewa. Jadi, ya agak bikin ketagihan gitu.

gambar dari sini
 

Setelah beberapa menit menunggu pesanan, langsung aja aku musnahkan makann itu. Gak berapa lama datang seorang penyanyi jalanan. Langsung aja dia nyanyi. Awalnya aku gak mengenali intro lagu itu, setelah masuk ke vokal baru tahu kalau Mas si Penyanyi Jalan itu menyanyikan lagu Harus Terpisah dari Cakra Khan. Wih, update juga nih Mas Penyanyi, pikirku.

Aku memang gak bisa main gitar, tapi kalau dengerin musik sih sering. Menurutku, kok kunci yang dimainkan Mas Penyanyi itu gak tune in dengan lagunya ya..? Untunglah hal itu bisa tertupi dengan suara si Mas Penyanyi yang nyaring cetar membahana dan juga ke-pd-annya. Untung aja fee-nyasi Mas Penyanyi itu sukarela. Kalau bukan suka rela, aku pasti udah minta refund..

Dari sini aku ambil hikmahnya aja. Apapun profesi kita, sebaiknya lakukan dengan sunguh-sungguh dan profesional. Kalo gak gitu, bisa-bisa orang yang tidak mengerti profesin kita pun akan ikut menghakimi kita.