Journal Tour (4): Belanja

Travelling rasanya benar-benar hambar kalau tidak disertai dengan belanja. Sayangnya, karena aku kurang berpengalaman dalam travelling, akhirnya aku kurang mempersiapkan diri untuk urusan belanja-belanja ini.

Pagi pertama di Jakarta, Jumat 20 Februari 2015 kegiatan kami diawali dengan sarapan di hotel. Setelah sarapan, rombongan langsung menuju bus untuk bersama-sama mengunjungi Pasar Tanah Abang.

Pasar Tanah Abang yang konon katanya adalah pasar grosir konveksi terbesar diAsia Tenggara memang benar-benar sangat besar. Karena perhatianku teralihkan oleh lingkungan sekitar (macet, gedung-gedung, orang-orang) aku jadi kurang memperhatikan besarnya gedung Pasar Tanah Abang Blok A ini.

Besarnya gedung Blok A ini baru terasa ketika kita berada di dalamnya. Kalau aku tidak salah hitung, gedung ini terdiri dari tujuh belas lantai. Lanjutkan membaca Journal Tour (4): Belanja

Journal Tour 3: Bergeser

Kamis, 19 Februari 2015, hari ketiga di Bandung, setelah perjalanan yang sangat menyenangkan ke Tangkuban Perahu dan Ciater.

Pada hari ketiga ini, tidak banyak agenda rombongan kami. Kali ini lokasi yang kami kunjungi hanyalah Pasar Baru Bandung mengingat bahwa siang harinya kami harus bertolak menuju Jakarta.

Seperti pasar di tengah kota pada umumnya, Pasar Baru di kota Bandung benar-benar ramai. Bus rombongan kami harus parkir agak jauh dari pasar, tepatnya di sekitar lingkungan Stasiun kereta Bandung, Jl. Satsiun Timur (Kalau gak salah, jalan Stasiun Timur ini yang menjadi sumber nama band terkenal ST12).
Lanjutkan membaca Journal Tour 3: Bergeser

Ikut Tour

Kata orang, membelanjakan uang untuk pengalaman itu lebih baik daripada membelanjakannya untuk mendapatkan barang atau materi (sumber?), itulah sebabnya ketika aku diajak salah satu rombongan untuk mengikuti tour aku mengiyakannya tanpa berpikir terlalu panjang.

Walau mikirnya gak pake terlalu lama, sebenarnya aku juga sempat bimbang ketika memertimbangkan untuk ikut tour ini. Masalahnya adalah di biaya. 🙂 Karena ikut tour ini, aku jadi menunda untuk membeli kamera DSLR yang udah lama banget aku perjuangkan (lebay). Biaya transport, akomodasi dan makan hampir menelan 70% dana yang dianggarkan untuk beli DSLR. Maklum, pendapatan masih sangat kecil (curcol).

Lanjutkan membaca Ikut Tour

Tiket Pesawat yang Lebih Murah dari Tiket Parkir

Industri penerbangan semakin berkembang di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya perusahaan penerbangan atau maskapai yang beroperasi di Indonesia. Tidak hanya maskapai domestik, maskapai internasional pun ingin ikut berebut “pasar” Indonesia yang besar ini.

Semakin banyaknya maskapai yang beroperasi, membuat persaingan semakin ketat. Semua maskapai berlomba-lomba berusaha meraih pelanggan. Salah satu cara yang dipakai adalah dengan mengadakan promosi terbang murah.

Tiket harga empat digit

Lanjutkan membaca Tiket Pesawat yang Lebih Murah dari Tiket Parkir