Pamer Desktop

Aku sedang benar-benar jatuh cinta sama yang namanya desktop environment Xfce, jadi aku pmerkan di sini. Nih screenshoot-nya.

Tampilannya keren
Tampilannya keren

Menurut beberapa sumber yang aku baca, Xfce ini sebenarnya ditujukan untuk komputer dengan spesifikasi hardware yang agak rendah. Jadi, komputernya bisa bekerja dengan lebih cepat, dan memang terasa lebih cepat kalau dibandingkan dengan Gnome.

Sebagai pengguna Ubuntu pemula, sebenarnya gak ada alasan khusus kenapa aku milih DE Xfce. Toh, hardware-ku masih bisa berjalan dengan baik dengan DE lain seperti Gnome, KDE atau yang lainnya. Software-software yang aku pakai pun bukan software ynag berat-berat. Jadi, aku mulih Xfce murni karena tampilannya yang sejuk di mata.

Hmm. apa lagi ya..

Ini rincian desktop-ku

  • OS: Linux/Ubuntu
  • Distro: Ubuntu 12.04 LTS (Pricise Pangolin)
  • DE: Xfce
  • Widget: Cairo dock, screenlets

Bagaimana dengan komputer teman-teman? Sharing, dong.. 😛 Lanjutkan membaca Pamer Desktop

Galau Modem

Sebenarnya ini gak perlu ditulis di sini, sih. Tapi gak papalah.. daripada gak update sama sekali.. Hahahaha 😆

Kalau sudah mendekati saat habisnya masa berlaku paket data, aku biasanya menggunakan sisa jatah bandwidth untuk update sana-sini. Yang paling sering di-update tentu saja adalah Ubuntu yang aku install baik di Kokom maupun di Lulu.

 Udah bolak-balik sana-sini, aku belum juga ketemu solusi untuk masalah yang satu ini. Modem USB ku yang paling baru ini moody banget. Kalo di-connect di Kokom lebih sering gak mau connect.

 Sebenarnya ada satu cara yang aku temukan di forum Ubuntu Indonesia dan beberapa blog yaang sering bahas Ubuntu. Cara ini sudah banyak juga yang berhasil menerapkannya, yaitu dengan menggunakan wvdial. Untuk Lulu cara ini berhasil 100%, tapi gak buat Kokom.

 Nah, kira-kira kenapa ya Kokom gak berhasil? Apa mungkin karena Kokom adalah komputer tua yang Mobo-nya udah pada longgar sana-sini? Mungkin juga begitu, sih. Secara, Kokom udah berumur lima tahun pada Desember 2012 kemarin.

O, iya ada satu masalah lagi soal Kokom. Kalo dinyalakan, sekarang tu Kokom sering masalah di keyboardnya.

Nah, sekian dulu curhat Galau Modem gak penting ini. Besok sambung lagi.

Update 21 Juni: Sekarang udah gak galau lagi, karena ada alternatif aplikasi yang bisa dipakai di Kokom. Aplikasi ini bernama Sakis3g. Menurutku aplikias ini lebih powerfull daripada wvdial karena User Interface-nya graphical dan bisa mengenali modem+apn yang tersedia.